Kankemenag Banyumas Buka Program Pendidikan Guru TPQ Angkatan 11

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, memberikan sambutan sekaligus membuka Program Pendidikan Guru TPQ (PGTPQ) Angkatan ke-11 yang diselenggarakan di Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto, Jumat (5/9/2025).

Dalam sambutannya, Ibnu Asaddudin menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk kepribadian dan spiritualitas seorang Muslim.

“Guru sangat memiliki peran instrumental dalam perjalanan hidup seorang Muslim untuk mengenal Tuhannya. Guru-guru baik di sekolah, pesantren, maupun orang tua sebagai pendidik pertama, berperan besar dalam menyampaikan ilmu, nilai-nilai, dan bimbingan agar seseorang bisa lebih dekat dengan Sang Pencipta,” ungkapnya.

Program ini diselenggarakan oleh Mafaza Qur’an Center bekerja sama dengan Laznas Al Irsyad Purwokerto, dan diikuti 169 guru TPQ dari wilayah Barlingmascakeb hingga Brebes serta beberapa kabupaten di luar Jawa Tengah. Kegiatan akan dilaksanakan setiap hari Minggu dengan total 32 kali pertemuan.

Tujuan utama PGTPQ adalah mencetak guru-guru TPQ yang memiliki kompetensi standar tartil, sehingga dapat terus mengenalkan Allah SWT kepada umat-Nya. Hal ini sejalan dengan ungkapan Arab “Laulal murobbi ma aroftu robbi” (???? ??? ??????????? ??? ???????? ??????) yang berarti “Seandainya saja tidak ada guruku, niscaya aku tidak akan mengenal Tuhanku.”

Ibnu Asaddudin juga menambahkan bahwa penghormatan kepada guru harus terus ditumbuhkan. “Begitu besar peran dan tanggung jawab guru, maka mari muliakan guru. Negara hadir untuk menyentuh penuh kasih melalui program insentif guru ngaji dan guru TPQ dari Provinsi Jawa Tengah, serta program TRILAS dari Bupati dan Wakil Bupati Banyumas, Sadewo–Lintarti, sebagai wujud apresiasi pemerintah terhadap guru agama,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi PD Pontren Kemenag Banyumas, Faisal Riza, menyampaikan bahwa berdasarkan data EMIS terdapat sekitar 1.500 TPQ di Kabupaten Banyumas dengan 7.840 guru ngaji. Dari jumlah tersebut, 6.331 guru menerima bantuan insentif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan 1.509 guru mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas.

“Insya Allah, perhatian pemerintah terhadap guru ngaji akan terus berlanjut, agar semangat dakwah Al-Qur’an senantiasa hidup di tengah masyarakat,” pungkas Faisal. (del/yud)