Kejar Pahala Setara Haji dan Umrah, Jamaah MT Ash-Shodiqiyah Kranji Rutinkan Sholat Syuruq
Purwokerto – Guna meningkatkan kualitas ibadah harian para jamaah, Jatmini, Operator Layanan Operasional, aktif mengedukasi dan merutinkan pelaksanaan Sholat Sunnah Syuruq (Isyraq) bagi jamaah Majelis Taklim Ash-Shodiqiyah, Kranji. Selasa (24/02)
Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa namun sering kali terlewatkan oleh umat Muslim.
Jatmini menjelaskan bahwa Sholat Syuruq adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan saat matahari baru terbit dan telah meninggi sekitar satu tombak, atau sekitar 15 hingga 20 menit setelah terbitnya matahari.
"Sholat Syuruq sebenarnya adalah Sholat Dhuha di awal waktu. Keutamaannya sangat besar; berdasarkan hadits riwayat At-Tirmidzi, pahalanya setara dengan pahala haji dan umrah yang sempurna," ungkap Jatmini di hadapan jamaah.
Ia menekankan bahwa untuk mendapatkan pahala sempurna tersebut, terdapat tiga syarat utama yang harus dipenuhi:
- Melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid/mushola.
- Tetap duduk berdzikir atau mengingat Allah di tempat sholat hingga matahari terbit.
- Melaksanakan sholat dua rakaat (Syuruq).
Dalam bimbingannya, Jatmini juga merinci tata cara pelaksanaan agar jamaah dapat mempraktikkannya dengan benar:
- Niat: Ushalli sunnatal isyraq rak'ataini lillahi ta'ala (Aku niat shalat sunnah isyraq dua rakaat karena Allah).
- Pelaksanaan: Dilakukan sebanyak dua rakaat layaknya sholat sunnah biasa.
- Surah yang Dianjurkan: Membaca surah Ad-Dhuha pada rakaat pertama dan surah Asy-Syarh (Al-Insyirah) pada rakaat kedua.
- Doa Khusus: Jamaah diajak untuk memanjatkan doa setelah sholat, memohon cahaya petunjuk sebagaimana Allah menyinari bumi dengan cahaya matahari.
Untuk menghindari kekeliruan, Jatmini menjelaskan perbedaan mendasar antara Syuruq dan Dhuha pada umumnya.
"Perbedaannya hanya pada waktu pelaksanaan. Syuruq adalah Dhuha awal waktu yang dilakukan tepat setelah matahari naik satu tombak. Sementara Sholat Dhuha memiliki rentang waktu yang lebih panjang hingga menjelang waktu Dzuhur," jelasnya.
Melalui rutinitas ini, diharapkan jamaah Majelis Taklim Ash-Shodiqiyah tidak hanya meraih pahala, tetapi juga merasakan ketenangan jiwa sebelum memulai aktivitas harian. (jw)
