HUT RI #81

Kemarau Panjang Melanda, KUA dan Koramil Koordinasi Pelaksanaan Sholat Istisqa

Oleh KUA Lumbir
SHARE

Banyumas – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, mulai menimbulkan dampak serius bagi kehidupan masyarakat. Selama kurang lebih tujuh bulan hujan tidak kunjung turun, sejumlah sungai mengering, tanaman warga banyak yang mati, sementara debu beterbangan di berbagai ruas jalan dan permukiman. Kondisi tersebut menjadi keprihatinan bersama sekaligus mendorong masyarakat untuk melakukan ikhtiar, baik secara lahir maupun spiritual, guna memohon turunnya hujan. Senin (21/09)

Di tengah kondisi tersebut, Danramil Kecamatan Lumbir bersama ajudannya menyambangi Kantor Urusan Agama (KUA) Lumbir. Kedatangan tersebut dilakukan dalam rangka koordinasi dan konsultasi terkait rencana pelaksanaan sholat Istisqa atau sholat meminta hujan di wilayah Kecamatan Lumbir.

Dalam pertemuan tersebut, pihak KUA Lumbir memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan sholat Istisqa, termasuk makna dan tuntunan pelaksanaannya. Sholat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan curahan hujan sebagai sumber kehidupan bagi manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan.

Kepala KUA Lumbir menjelaskan, secara bahasa al-Istisqa berarti meminta curahan air penghidupan atau thalab al-saqaya. Sementara dalam pengertian fikih, sholat Istisqa merupakan sholat sunnah muakkadah yang dilaksanakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika suatu daerah mengalami kekeringan atau kesulitan mendapatkan air.

Pelaksanaan sholat Istisqa sendiri memiliki tuntunan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah keluar untuk memohon turunnya hujan. Beliau kemudian melaksanakan sholat dua rakaat bersama para sahabat tanpa azan dan iqamah, dilanjutkan dengan khutbah serta memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Dalam hadis tersebut juga dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangannya ketika berdoa. Beliau juga membalikkan selendangnya dari pundak kanan ke pundak kiri, demikian pula bagian ujungnya. Tuntunan tersebut menjadi salah satu bagian dari tata cara pelaksanaan sholat Istisqa yang dikenal dalam ajaran Islam.

Koordinasi antara Danramil Lumbir dan KUA tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mempersiapkan pelaksanaan sholat Istisqa secara tertib dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Di tengah kemarau yang berkepanjangan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan.

Dengan kondisi sungai yang mengering, tanaman yang mulai mati dan debu yang terus beterbangan, masyarakat Lumbir kini menanti turunnya hujan yang menjadi sumber kehidupan. Melalui pelaksanaan sholat Istisqa, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama memanjatkan doa dan memperbanyak ikhtiar, seraya berharap langit segera kembali menurunkan air dan mengakhiri kemarau panjang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.