Kemenag Banyumas Gelar BRUS di SMK Ma
Oleh Seksi Bimas
Selasa, 18 Agustus 2026 — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang bermanfaat bagi generasi muda. Kegiatan kali ini berlangsung di lingkungan SMK Ma'arif NU 1 Cilongok dengan suasana yang penuh semangat dan antusiasme tinggi. Program ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pembinaan karakter dan pemahaman kehidupan berkeluarga sejak dini bagi para pelajar. Seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan dihadiri oleh para siswa yang telah dipilih untuk mengikuti pembinaan ini. Semangat kebersamaan terlihat jelas sejak pembukaan, menandakan pentingnya kegiatan ini bagi masa depan remaja.
Kepala Sekolah SMK Ma'arif NU 1 Cilongok, Fathul Aziz, menyambut hangat kedatangan seluruh panitia dan peserta kegiatan. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan BRUS ini sangat baik bagi perkembangan remaja karena mampu menambah wawasan yang luas. Pemahaman yang diperoleh diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menyusun rencana masa depan yang lebih baik. Sekolah pun menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung setiap upaya pembinaan siswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Dukungan ini menjadi semangat tersendiri agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan ketekunan.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Agus Setiawan, secara resmi membuka pelaksanaan kegiatan BRUS pada kesempatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka pernikahan dini yang masih menjadi perhatian bersama. Selain itu, materi kesehatan reproduksi juga disampaikan agar remaja memahami kondisi tubuh dan tumbuh kembang dengan benar. Pemahaman yang tepat sejak dini diharapkan mampu membentuk pola pikir dewasa dalam menentukan langkah kehidupan selanjutnya. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menyimak setiap penjelasan dengan saksama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penyampaian materi pada kegiatan ini dilakukan oleh narasumber yang berkompeten dan berasal dari berbagai instansi terkait. Selain para petugas dari lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, turut hadir pula tenaga ahli dari Dinas Kesehatan. Kehadiran narasumber lintas instansi ini menjadi kekuatan tersendiri karena materi yang disampaikan menjadi lebih lengkap dan menyeluruh. Peserta tidak hanya memperoleh pandangan dari sisi agama, tetapi juga mendapatkan penjelasan ilmiah dari sisi kesehatan. Sinergi antarinstansi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang utuh dan meyakinkan bagi setiap peserta yang hadir.
Para siswa yang hadir tampak sangat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan hingga berakhir dengan rasa puas. Materi yang disampaikan dianggap sangat berguna dan relevan dengan situasi serta tantangan yang sedang mereka hadapi saat ini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik dalam membangun kesadaran bersama di kalangan remaja. Dengan pemahaman yang kuat, diharapkan pernikahan dini dapat ditekan dan generasi muda tumbuh sehat serta cerdas. Semoga manfaat dari kegiatan ini terus terasa dan meluas hingga ke lingkungan masyarakat pada umumnya.
