MAN 3 Banyumas Gelorakan Kedisiplinan dan Nasionalisme, Kepala Madrasah Resmi Tutup Puncak Gebyar HUT ke-81 RI
Oleh MAN 3 Banyumas
Banyumas — MAN 3 Banyumas gelorakan perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia memasuki hari ketiga sekaligus hari puncak yang penuh warna dan semangat kebersamaan. Kegiatan diawali dengan Apel Pagi seluruh warga madrasah di halaman utama sebelum melepas peserta untuk agenda Jalan Sehat dan lomba Estafet Air. Sabtu (15/08)
Dalam suasana apel yang tertib dan khidmat, Solikhin selaku Kepala Madrasah berdiri menyampaikan amanat pembuka. Beliau menekankan bahwa kemeriahan lomba harus dilandasi oleh karakter generasi muda yang unggul. “Semangat nasionalisme masa kini tidak lagi diwujudkan dengan angkat senjata, melainkan melalui kedisiplinan, sportivitas, dan rasa persatuan,” tegas Kepala Madrasah di hadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik. Beliau berpesan agar seluruh peserta jalan sehat tetap menjaga ketertiban di jalan umum, mematuhi aturan perlombaan, serta menjadikan setiap momen lomba sebagai ajang mempererat tali silaturahmi. Setelah pengarahan tersebut, Kepala Madrasah secara resmi melepas ribuan langkah peserta yang siap menyemarakkan jalan sehat.
Usai menyusuri rute jalan sehat, keceriaan berlanjut ke area halaman madrasah dengan digelarnya lomba Estafet Air. Gelak tawa dan sorak-sorai penonton pecah saat setiap tim berjuang mengalirkan air dengan penuh kehati-hatian. Sebuah permainan yang tak hanya menghibur, tetapi juga menguji kebersamaan dan rasa saling percaya. Apresiasi oleh Kepala Madrasah untuk siswa disiplin dan sekaligus menutup acara, setelah seluruh perlombaan usai, kegiatan tiba pada momen puncak yaitu acara penutupan yang dirangkaikan dengan pembagian hadiah.
Kepala Madrasah kembali naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan penutup sekaligus menutup secara resmi seluruh rangkaian Gebyar HUT RI. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa atas sikap kedisiplinan dan ketertiban yang ditunjukkan sepanjang tiga hari pelaksanaan acara. “Hadiah adalah bonus dari sebuah kompetisi. Namun, kemenangan sejati hari ini adalah melihat anak-anakku sekalian mampu menjaga kedisiplinan, menghormati aturan, dan saling mendukung satu sama lain tanpa cela,” ujar beliau disambut tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin. Kemeriahan hari tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan di madrasah tidak hanya terpancar dari kemenangan lomba, tetapi juga dari kedisiplinan dan kebersamaan yang terus terjaga. (Humas).
