Kemenag Banyumas Gelar Pra Penilaian Kompetensi Penyuluh Agama Islam Tahun 2026
Oleh Seksi Bimas
Purwokerto – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Kepegawaian melaksanakan kegiatan Pra Penilaian Kompetensi atau Gladi Resik bagi Penyuluh Agama Islam. Kegiatan ini diselenggarakan mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Pelaksanaan kegiatan ini memanfaatkan sarana konferensi daring melalui aplikasi Zoom dengan kode identifikasi pertemuan 872 2667 3161. Titik lokasi pelaksanaan bagi peserta yang hadir secara terpusat berada di Laboratorium Komputer MAN 1 Banyumas. Agenda utama dalam pertemuan ini adalah persiapan menyongsong pelaksanaan Ujian Berbasis Komputer atau CAT bagian Manajerial serta Sosial Kultural. Selasa (21/07)
Sebanyak 13 orang Penyuluh Agama Islam yang menjadi sasaran penilaian tahun ini hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusiasme. Mereka berfokus untuk memahami alur sistem serta mematangkan persiapan materi yang akan diujikan dalam penilaian kompetensi yang sesungguhnya. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen instansi dalam menjaga kesiapan serta kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama. Para peserta dibimbing untuk memahami tata cara pengerjaan soal secara daring agar tidak mengalami kendala teknis pada hari pelaksanaan ujian nanti. Suasana kegiatan berjalan dengan tertib dan kondusif guna menciptakan kesiapan mental maupun teknis bagi seluruh peserta yang terlibat.
Diharapkan melalui pelaksanaan gladi resik ini, seluruh peserta dapat menghadapi penilaian kompetensi yang akan datang dengan lebih percaya diri dan matang. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk meminimalkan hambatan serta memastikan proses penilaian berjalan lancar tanpa gangguan berarti. Dukungan koordinasi lintas seksi di lingkungan Kemenag Banyumas turut memperkuat keberhasilan persiapan peningkatan kompetensi para penyuluh agama. Hal ini sejalan dengan upaya instansi dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing tinggi di tengah masyarakat. Ke depannya, para penyuluh diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik dalam membimbing umat berlandaskan kompetensi yang telah teruji dan terstandarisasi.
