Kemenag Banyumas Gerak Cepat, Salurkan Bantuan untuk Siswa Korban Kebakaran di Cilongok
Oleh HUMAS
Banyumas - Muhammad Iizan Luhana, seorang siswa kelas 3 MI Ma'arif NU 1 Langgongsari, Cilongok, bersama keluarganya, saat ini membutuhkan uluran tangan setelah rumah mereka ludes dilalap si jago merah. Peristiwa kebakaran yang menghanguskan seluruh harta benda ini terjadi akibat api yang berasal dari kompor saat orang tua Iizan, sedang memasak kemudian ditinggal menyapu.
Merespons musibah tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas bersama berbagai pihak segera bergerak untuk memberikan bantuan awal. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan mendesak seperti kasur, pakaian, serta kebutuhan pokok lainnya. Selain Kemenag Banyumas, bantuan juga datang dari urunan wali murid MIMA Langgongsari, Aisyiyah, Pramuka Kabupaten, Korwil Dindik Cilongok, dan PMI. Basarnas juga telah melakukan survei ke lokasi.
"Kami turut prihatin dan berduka atas musibah kebakaran yang menimpa salah satu wali murid MIMA Langgongsari, yang disebabkan karena aktivitas memasak yang ditinggal sehingga memicu terjadinya kebakaran. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari." ujar Ibnu Asaduddin.
Saat ini, fokus utama penanganan adalah pendirian kembali rumah keluarga Sukirman. Menurut informasi yang dihimpun, keluarga memiliki keyakinan untuk tempat harus pindah tidak boleh diatas titik kebakaran. Mengingat kondisi Sukirman sebagai buruh harian lepas, pembangunan rumah ini menjadi tantangan besar. Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengambil alih penuh kendali untuk pembangunan rumah tersebut.
"Kami berharap dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, rumah tempat tinggal bagi korban dapat segera didirikan kembali, sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan solidaritas, dan saling mendukung antar sesama" pungkasnya.
