Kemenag Lakukan PKKM Di MA Al Hidayah Purwojati

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas : Kepala Kantor Kemenag Kabupaten  Banyumas Drs. H. Akhsin Aedi, M.Ag didampingi oleh Kasi Pendma Edi Sungkowo, M.Pd melakukan monitoring pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) 4 tahunan di MA Al Hidayah Purwojati, Kamis (03/02).

Dalam sambutan dan arahan  Kakan Kemenag didampingi oleh pengawas madrasah Drs. Sunaryo, M.Pd dan Amin Yuhdi, M.Pd.I selaku tim penilai dari pengawas  madrasah. KH. Ahmad Zainun Al Hafidz , S.Sy selaku ketua Yayasan, Kepala madrasah Panggih Widodo, S.Pd.I  dan Nasir, S.Ag selaku komite sekolah

Kepala madrasah  Panggih Widodo menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Banyumas yang dalam hal ini Kepala Kantor, Seksi Pendidikan Madrasah dan Pengawas Madrasah atas bimbingan dan arahan tiada henti kepada MA Al Hidayah Purwojati sehingga kami terus berkembang dan maju sampai saat ini.

" Kami juga mengucapan terimakasih kepada Yayasan Al Hidayah Purwojati, Komite Madrasah, Dewan Guru dan Karyawan yang senantiasa mensuport dan bekerja sama sehingga program dan kegiatan di MA Al Hidayah Purwojati berjalan sesuai rencana." tuturnya.

" Tidak lupa kami memohon maaf apabila terdapat kekurangan dan kesalahan. Penilaian kinerja kepala madrasah ini sebagai bentuk untuk meningkatkan mutu pendidikan dan administrasi yang ada di MA Al Hidayah Purwojati, sehingga MA Al Hidayah Purwojati dapat menjadi madrasah hebat bermartabat, madrasah mandiri berprestasi." tuturnya lebih lanjut

Dalam sambutan dan pembinaan Akhsin Aedi menyampaikan bahwa PKKM diadakan untuk menghimpun informasi dasar, dan mengembangkan keprofesionalitas yang berkelanjutan bagi Kepala Madrasah.

" Tim penilai bukan mencari-cari kekurangan yang ada di madrasah, akan tetapi akan menilai sesuai dengan keadaan yang ada di madrasah tersebut, hal ini sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama." ungkapnya

" Dalam pelaksanaan PKKM semua data data harus dikumpulkan, untuk dinilai dan dianalisa. Dari sini bisa dilihat kinerja kepala madrasahnya, endingnya adalah hasil dari penilaian imi bisa menjadi bahan pertimbangan yayasan apakah kepala madrasah tersebut masih layak atau tidak. " ungkapnya lebih lanjut.

Mengajar di madrasah bukan motif semata mata dunia saja, akan tetapi mengikuti barokahnya kyai. Kalau mencari dunia jangan ngajar di madrasah , pungkasnya (tum)