Kesetiaan Akan Tetap Bertahan dalam Setiap Ujian yang Datang

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas — Di sebuah pagi yang tenang, ketika cahaya matahari menyelinap lembut melalui jendela-jendela Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, sebuah peristiwa sakral kembali terukir dalam lembar kehidupan dua insan. Penghulu KUA Jatilawang, Iskandar Zulkarnain, dengan penuh khidmat memimpin prosesi pencatatan nikah dan ijab qabul pasangan Indra Purnomo dan Purwati, warga Desa Tinggarjaya. Senin (20/04)

Suasana ruangan yang sederhana itu seakan berubah menjadi ruang suci yang dipenuhi getar doa dan harapan. Tidak ada gemerlap berlebihan, namun setiap sudutnya memancarkan kehangatan yang lahir dari ketulusan hati. Indra Purnomo, dengan sikap tenang namun penuh keyakinan, duduk berhadapan dengan penghulu, sementara Purwati menundukkan pandangan, menyimpan haru yang tak terbendung.

Saat ijab qabul dilafalkan, waktu seolah berhenti sejenak. Dengan suara yang tegas dan penuh kesungguhan, Indra mengucapkan janji sucinya dalam satu tarikan napas, menyatukan dirinya dengan Purwati dalam ikatan yang diridhai Allah SWT. Kata “sah” yang terucap dari para saksi menjadi gema yang menembus relung hati, menandai lahirnya sebuah bahtera baru dalam kehidupan mereka.

Iskandar Zulkarnain dalam nasihatnya menyampaikan pesan yang sederhana namun mendalam. Ia mengingatkan bahwa pernikahan adalah ladang ibadah yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan saling pengertian. “Cinta yang sejati bukan hanya tentang kebahagiaan hari ini, tetapi tentang kesetiaan untuk tetap bertahan dalam setiap ujian yang akan datang,” tuturnya, dengan suara yang menenangkan.

Purwati tampak mengusap air mata yang perlahan jatuh, bukan karena kesedihan, melainkan karena rasa syukur yang tak terhingga. Di sampingnya, Indra memandang dengan penuh tanggung jawab, seakan berjanji untuk menjaga dan membimbing dalam suka maupun duka. Dua hati yang sebelumnya berjalan sendiri, kini berpadu dalam satu tujuan yang sama: menggapai ridha Ilahi dalam bahtera rumah tangga.

Peristiwa ini bukan sekadar pencatatan administratif, melainkan juga peristiwa spiritual yang mengajarkan bahwa cinta sejati tumbuh dari kesederhanaan dan ketulusan. Di tengah dunia yang sering kali mengukur kebahagiaan dengan kemewahan, pernikahan Indra dan Purwati hadir sebagai oase yang menyejukkan, mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati justru lahir dari hati yang saling menerima dengan ikhlas.

Dengan selesainya prosesi tersebut, KUA Jatilawang kembali meneguhkan perannya sebagai penjaga kesakralan pernikahan, memastikan setiap ikatan yang terjalin tidak hanya sah di mata hukum, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai agama.

Hari itu, di ruang sederhana yang penuh berkah, sebuah kisah cinta dimulai. Kisah tentang dua insan yang memilih untuk saling menggenggam, melangkah bersama, dan percaya bahwa setiap doa yang mereka panjatkan akan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan panjang mereka ke depan.