Keutamaan Sifat Malu Dalam Kehidupan Sehari-hari
Oleh KUA KEMRANJEN
Purwokerto – Penyuluh Agama Islam Kemranjen, Wafiqul Umam, melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) pada kegiatan rutin Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang. Minggu (19/07)
Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Al Hidayah Karanggintung ini dihadiri sekitar 40 jamaah yang mengikuti pengajian dengan penuh khidmat.
Dalam penyampaiannya, Wafiqul Umam mengangkat tema "Keutamaan Memiliki Sifat Malu" yang bersumber dari Hadis ke-20 dalam Kitab Arba'in An-Nawawi. Beliau menjelaskan sabda Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya di antara perkataan yang masih dikenal dari para nabi terdahulu adalah: 'Jika engkau tidak mempunyai rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.'" (HR. Bukhari).
Wafi menerangkan bahwa sifat malu merupakan akhlak mulia yang akan menjaga seseorang dari perbuatan maksiat dan segala sesuatu yang bertentangan dengan syariat. Rasa malu kepada Allah SWT akan mendorong seorang muslim untuk senantiasa melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, sementara rasa malu kepada sesama manusia akan melahirkan sikap santun, menjaga lisan, dan menghormati orang lain.
Melalui kegiatan Bimluh ini diharapkan para jamaah dapat semakin memahami pentingnya menanamkan sifat malu sebagai bagian dari keimanan serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta pribadi yang berakhlakul karimah dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh antusias, serta diakhiri dengan doa bersama sebagai wujud harapan agar ilmu yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi seluruh jamaah.(W)
