KUA Gumelar Optimalkan Layanan Keagamaan hingga Pencegahan Stunting
Oleh HUMAS
Banyumas – KUA Gumelar terus memperkuat koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah setempat guna memastikan kelancaran program keagamaan dan kemasyarakatan. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari pola kerja KUA di wilayah Kabupaten Banyumas dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Selasa (03/02)
Dalam menjaga kondusivitas wilayah, KUA membangun sinergi kuat dengan unsur Muspika yang terdiri dari pihak Kecamatan, Polsek, dan Koramil. Koordinasi ini difokuskan pada pengawasan izin kegiatan keagamaan serta perayaan hari besar keagamaan agar berjalan tertib. Di tingkat akar rumput, KUA melakukan sinkronisasi data dengan para Kepala Desa dan perangkat desa, khususnya Modin atau Lebe. Fokus utama kerja sama ini meliputi validasi data peristiwa nikah, penyuluhan zakat dan wakaf, hingga pengelolaan rumah ibadah seperti masjid dan mushola.
Isu kesehatan dan sosial juga menjadi prioritas dalam agenda koordinasi KUA Gumelar. KUA secara aktif memberikan edukasi melalui Bimbingan Perkawinan kepada calon pengantin dengan melibatkan dua mitra utama:
-
Puskesmas Gumelar: Bertugas dalam pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi calon pengantin.
-
Petugas Lapangan KB (PLKB): Melakukan pendampingan intensif bagi keluarga yang berisiko stunting guna menekan angka stunting di wilayah Gumelar.
Secara internal, KUA rutin menggelar rapat koordinasi bersama para Penyuluh Agama Islam Non-PNS untuk mengevaluasi efektivitas penyampaian program kementerian. Para penyuluh menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan pesan-pesan moderasi beragama hingga ke tingkat RT/RW, termasuk di wilayah Desa Gumelar, Samudra, Cihonje, dan sekitarnya. Melalui koordinasi yang komprehensif ini, KUA Gumelar berharap seluruh program kerja dapat terserap maksimal oleh masyarakat demi terciptanya tatanan sosial yang religius dan harmonis.
