KUA Rawalo Hadiri Undangan Peresmian Hidram di Bendung Gerak Serayu Rawalo Banyumas
Banyumas - Staf, Penghulu dan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rawalo menghadiri pelaksanakan peresmian sistem pompa hidram (Pompa Hidraulic Ram) di kawasan Bendung Gerak Serayu, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, dan Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Kamis (13/11)
Bendung Gerak Serayu merupakan bangunan pengatur air di Sungai Serayu yang berfungsi untuk irigasi lahan sawah dan pengendalian muka air.
Melalui kerja sama antara TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), terbangun sistem pompa hidram yang memanfaatkan debit air dari bendung ini untuk mengairi lahan pertanian tadah hujan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada TNI AD atas kontribusinya dalam penyediaan air irigasi guna mendukung ketahanan pangan di wilayahnya.
Kepala Staf TNI AD, Maruli Simanjuntak, menyebut bahwa dengan sistem pompa hidram tersebut, hingga saat ini sudah ada sekitar 1.004 hektare lahan yang bisa diairi di Kabupaten Banyumas; petani pun diharapkan dapat tanam dua hingga tiga kali dalam setahun.
Sistem yang dipasang terdiri dari 44 unit pompa hidram, menghasilkan debit sekitar 109,72 liter per detik, yang dapat mengairi kurang lebih 717 hektare sawah tadah hujan di tiga desa yakni Desa Pesawahan, Sidamulih, dan Tipar. Sistem ini juga bekerja tanpa energi listrik, sehingga tidak menambah beban biaya operasional bagi petani.
Dengan adanya sistem ini, diharapkan peningkatan intensitas tanam petani di area tadah hujan, sehingga produktivitas pertanian meningkat. Pengairan yang lebih baik juga berarti pengurangan risiko gagal panen saat musim kemarau karena debit air sungai menurun.
Peresmian ini juga menandai sinergi antara unsur militer (TNI), pemerintah provinsi, dan masyarakat petani sebagai bagian dari upaya nasional untuk memperkuat ketahanan pangan.
