KUA Somagede Gelar Apel Pagi: Tegaskan Peran Unit Pengumpul Zakat hingga Tuntaskan Pelaporan SKP TW 3
Oleh KUA Somagede
Somagede – Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede kembali menggelar kegiatan Apel Pagi rutin yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Somagede, Fairuz Mustafiq. Berlangsung dengan penuh kedisiplinan, apel kali ini menyoroti sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan peran pengelolaan zakat hingga akuntabilitas kinerja aparatur sipil negara (ASN). Senin (21/09)
Dalam pembinaannya, Fairuz Mustafiq menyampaikan poin penting terkait tindak lanjut hasil rapat pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KUA. Beliau menegaskan bahwa setelah Surat Keputusan (SK) UPZ resmi diturunkan, seluruh jajaran KUA Somagede akan bergerak aktif melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat luas.
Melalui pembentukan UPZ ini, KUA Somagede kini memiliki kewenangan resmi untuk menghimpun sekaligus menyalurkan zakat, baik dari masyarakat umum maupun jejaring majelis taklim yang ada di wilayah Kecamatan Somagede.
"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KUA untuk hadir lebih dekat dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan umat serta pemberdayaan ekonomi jamaah di tingkat lokal," ujar Fairuz.
Selain fokus pada pengelolaan zakat, Kepala KUA Somagede turut melakukan evaluasi dan pengecekan kedisiplinan administrasi terkait Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Triwulan 3. Beliau secara khusus mengimbau para penanggung jawab dan admin sistem informasi digital di KUA Somagede untuk segera bergerak cepat.
Pemeriksaan meliputi admin Blog KUA, admin Simkah (Sistem Informasi Manajemen Nikah), admin Siwak (Sistem Informasi Wakaf), admin Si Bawor, hingga admin EWS (Early Warning System). Seluruh pengelola aplikasi tersebut diminta untuk segera mengunggah (upload) bukti dukung kegiatan masing-masing guna kelancaran pelaporan SKP TW 3 tepat waktu.
Menutup arahannya, Fairuz Mustafiq memberikan imbauan menggugah terkait kepedulian sosial. Beliau mengingatkan seluruh ASN dan staf KUA Somagede yang belum menyetorkan dana Bulan Dana PMI untuk segera menyelesaikannya.
Beliau menekankan bahwa sebagai ASN, berpartisipasi dan menyukseskan Bulan Dana PMI bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap misi kemanusiaan dan solidaritas sosial bagi sesama yang membutuhkan. (Nuryati)
