KUA Sulap Rutinitas Wali Murid TK Diponegoro 161 Menjadi Majelis Ilmu

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Ada pemandangan berbeda di selasar TK Diponegoro 161 Gumelar pagi ini. Jika biasanya para orang tua—terutama kaum ibu—mengisi waktu menunggu anak sekolah dengan bercengkerama santai atau "ngrumpi", kini suasana berubah menjadi lebih produktif dan sarat akan ilmu. Selasa (06/01/26)

Hal ini menyusul langkah inovatif dari Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar yang melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah TK Diponegoro 161 Gumelar untuk menggelar Penyuluhan Rutin Khusus Wali Siswa.

Program ini lahir dari pengamatan jeli para penyuluh terhadap kebiasaan masyarakat. Daripada waktu tunggu terbuang percuma, KUA Gumelar berinisiatif "menjemput bola" dengan memberikan edukasi keagamaan dan pola asuh anak (parenting) langsung di lokasi sekolah.

Kepala Sekolah TK Diponegoro 161 menyambut hangat kerja sama ini. Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan dan KUA sangat penting untuk membentuk karakter keluarga yang religius.

"Kami sangat mendukung. Ini adalah inovasi yang luar biasa. Sekolah bukan hanya tempat anak belajar, tapi juga sarana orang tua untuk meng-upgrade diri," ungkapnya.

Respons para wali siswa pun sangat positif. Mereka mengaku senang karena mendapatkan pencerahan di sela-sela kesibukan mengantar anak.

Kegiatan ini dikemas secara menarik dengan beberapa poin unggulan yang memberikan manfaat nyata bagi para peserta. Pertama, penyampaian materi yang relevan menjadi daya tarik utama, di mana pembahasan mencakup isu-isu krusial mulai dari fikih praktis rumah tangga hingga tips mendidik anak di era digital. Selain itu, suasana diskusi yang interaktif memberikan ruang bagi wali siswa untuk bebas berkonsultasi mengenai berbagai masalah keagamaan yang mereka hadapi sehari-hari. Keunggulan lainnya adalah efisiensi waktu, karena konsep pembelajaran ini memungkinkan para orang tua untuk belajar tanpa harus meluangkan waktu khusus, melainkan cukup dilakukan secara produktif sambil menunggu bel pulang sekolah tiba.

"Biasanya kami cuma ngobrol sana-sini sambil nunggu anak. Sekarang alhamdulillah, pulang sekolah anak dapat ilmu, ibunya juga bawa bekal ilmu baru dari Pak Penyuluh," ujar salah satu wali siswa dengan antusias.

Penyuluh KUA Gumelar menegaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi keagamaan di masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antara aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama dengan warga binaannya.

Dengan adanya program ini, KUA Gumelar membuktikan bahwa penyuluhan tidak harus kaku dan formal di dalam gedung, tetapi bisa hadir di tengah-tengah aktivitas harian masyarakat.