KUA Wangon Manfaatkan Puing Bekas Renovasi Jadi Barang Bernilai Guna

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas – Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon menunjukkan langkah kreatif dalam mengelola sisa material renovasi gedung. Alih-alih dibuang begitu saja, puing-puing bekas renovasi yang menumpuk di area kantor dimanfaatkan kembali menjadi barang-barang yang memiliki nilai guna. Langkah ini merupakan bagian dari upaya KUA Wangon untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan sekaligus menghemat anggaran dalam penataan lingkungan kantor. Rabu (05/08)

Proses pemanfaatan puing tersebut dilakukan secara bertahap oleh petugas kebersihan yang ditugaskan membersihkan sisa-sisa material renovasi. Puing berupa pecahan bata, sisa keramik, dan potongan beton dipilah terlebih dahulu berdasarkan jenis dan ukurannya. Setelah dipilah, material-material tersebut kemudian diolah menjadi berbagai keperluan, seperti pengurukan lahan yang tidak rata, pembuatan pembatas taman, hingga material dasar untuk jalan setapak kecil di lingkungan kantor. Dengan cara ini, puing yang semula dianggap sampah konstruksi justru memberikan manfaat tambahan bagi penataan area KUA Wangon.

Santo, Pegawai KUA Wangon yang ditugaskan membersihkan puing sekaligus mengelola pemanfaatannya, menuturkan bahwa awalnya pekerjaan tersebut terasa berat karena volume puing yang cukup banyak. "Puingnya lumayan banyak, mulai dari bata pecah sampai sisa keramik. Daripada dibuang dan menambah sampah, saya coba pilah dulu, mana yang masih bisa dipakai untuk uruk atau bikin pembatas taman," ujar Santo.

Santo juga menambahkan bahwa proses pemanfaatan puing ini sekaligus mengajarkan pentingnya ketelitian dan kesabaran dalam bekerja. Menurutnya, tidak semua puing bisa langsung digunakan, sehingga dibutuhkan proses pemilahan yang cermat agar hasilnya benar-benar bermanfaat. "Memang butuh waktu lebih lama dibanding langsung dibuang, tapi hasilnya jadi lebih maksimal. Halaman kantor jadi lebih rapi dan tidak ada material yang terbuang percuma," tambahnya.

Langkah pemanfaatan puing bekas renovasi ini mendapat respons positif dari lingkungan sekitar KUA Wangon. Selain dinilai efektif mengurangi limbah konstruksi, upaya ini juga dianggap sejalan dengan semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ke depan, KUA Wangon berharap kebiasaan mengelola sisa material secara bijak ini dapat terus diterapkan pada kegiatan pembangunan maupun renovasi lainnya, sehingga tercipta lingkungan kantor yang lebih tertata, bersih, dan minim sampah. (snt)