Langkah Awal Piloting Project KBC, MTsN 2 Banyumas Gelar Rapat Koordinasi dan Siapkan Strategi Publikasi

Oleh MTSN2 Banyumas
SHARE

Banyumas – Menjelang pelaksanaan piloting project Madrasah Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, MTsN 2 Banyumas bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi dan kolaborasi lintas tim di ruang Kepala Madrasah. Rapat strategis ini menghadirkan kolaborasi antara tim KBC—yang terdiri dari Kepala Madrasah, Kepala TU, seluruh Wakil Kepala Madrasah, perwakilan guru, serta Guru Bimbingan Konseling (BK)—dan Tim Web MTsN 2 Banyumas. Kamis (06/08)

Langkah akselerasi ini berada di bawah naungan dan pembinaan Pengawas Madrasah, Siti Muflikhah, sebagai upaya memperkuat kesiapan program kerja sekaligus merancang strategi publikasi media agar nilai-nilai KBC dapat tersampaikan secara luas dan berdampak nyata. 

Fokus utama pembahasan mencakup ranah implementasi teknis dan publikasi program unggulan, meliputi pelaksanaan Panca Cinta, program PAP-C (Pagi Penuh Cinta), BELGIA (Belajar dengan Bahagia), Madrasah Ramah Anak, dan Hari Bahasa di lingkungan MTsN 2 Banyumas.

Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Kepala MTsN 2 Banyumas, Atik Restusari. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar dokumen administratif, melainkan sebuah komitmen hati dalam menghadirkan ruang belajar yang humanis dan memanusiakan setiap warga madrasah. 

"KBC adalah ruh baru yang ingin kita hadirkan di MTsN 2 Banyumas. Kita ingin memastikan bahwa madrasah ini bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tetapi juga rumah yang penuh kasih sayang, rasa aman, dan kepedulian. Melalui kolaborasi bersama tim web, saya berharap setiap program kebaikan seperti PAP-C hingga BELGIA tidak hanya terlaksana dengan baik di lapangan, tetapi juga terpublikasi secara luas agar menginspirasi masyarakat luas," tegas Atik Restusari. 

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Sri Indriyati, memaparkan rincian program kerja serta alur kegiatan yang akan digulirkan selama piloting project berlangsung. Indri menjelaskan bagaimana konsep Panca Cinta dan prinsip belajar membahagiakan diintegrasikan ke dalam aktivitas keseharian siswa dan guru.

Kurikulum ini kita desain untuk menyentuh aspek emosional dan spiritual siswa. Melalui Pagi Penuh Cinta (PAP-C), kita menyapa kedatangan siswa dengan ketulusan, sementara BELGIA memastikan proses pembelajaran di kelas berlangsung tanpa tekanan, kreatif, dan menyenangkan. Semua ini memperkuat komitmen kita sebagai Madrasah Ramah Anak dan wadah pembiasaan Hari Bahasa yang inklusif," jelas Sri Indriyati. 

Suasana rapat berlangsung hangat dan produktif saat memasuki sesi diskusi bersama.Diskusi ini menghasilkan penyelarasan persepsi terkait pembagian peran, penjadwalan kegiatan, serta pengemasan konten publikasi agar pesan utama KBC dapat tersampaikan secara edukatif, menyentuh, dan inspiratif. 

Melalui rapat koordinasi ini, MTsN 2 Banyumas menyatakan kesiapannya untuk menjadi garda terdepan dalam menyukseskan piloting project Kurikulum Berbasis Cinta di Kabupaten Banyumas.(Ning/twm)