MA Maarif NU 1 Kemranjen Perkuat Kompetensi Guru Melalui In House Training Kurikulum Berbasis Cinta

Oleh HUMAS
SHARE

Kemranjen – MA Maarif NU 1 Kemranjen menggelar In House Training (IHT) bertema "Penguatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta". Kegiatan yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan tersebut menjadi langkah strategis madrasah dalam meningkatkan profesionalisme pendidik sekaligus menguatkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah. Jumat (24/07)

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MA Maarif NU 1 Kemranjen, Ernawati. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan kurikulum dan administrasi pembelajaran, tetapi harus dimulai dari perubahan cara pandang guru dalam memperlakukan murid.

"Esensi Kurikulum Berbasis Cinta adalah menghadirkan pendidikan yang memanusiakan manusia. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi pendidik yang membimbing dengan kasih sayang, keteladanan, penghargaan terhadap potensi setiap anak, serta membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan membahagiakan," ujar Ernawati.

Beliau menambahkan bahwa guru madrasah memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan ilmu, akhlak, dan karakter secara seimbang. Karena itu, seluruh guru diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai cinta dalam setiap proses pembelajaran sehingga madrasah menjadi tempat tumbuhnya generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.

Materi utama disampaikan oleh Pengawas Madrasah, Istikomah. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan paradigma pendidikan yang menempatkan kasih sayang sebagai fondasi dalam membangun hubungan antara guru dan peserta didik.

Menurutnya, implementasi KBC dapat diwujudkan melalui pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik, komunikasi yang positif, penguatan budaya apresiasi, serta penciptaan iklim sekolah yang ramah, inklusif, dan menyenangkan.

"Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya menjadi program, tetapi budaya yang harus hadir dalam setiap interaksi di madrasah. Ketika guru mengajar dengan hati, peserta didik akan belajar dengan hati pula," jelas Istikomah.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi, refleksi, dan berbagi praktik baik antar guru mengenai strategi penerapan KBC dalam proses pembelajaran. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan berbagai gagasan yang muncul untuk memperkuat budaya belajar yang humanis dan berkarakter.

Melalui In House Training ini, MA Maarif NU 1 Kemranjen berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman yang utuh serta kesiapan untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata dalam kegiatan pembelajaran maupun budaya madrasah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mencetak generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Sebagaimana firman Allah Swt.:

"Maka disebabkan rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, niscaya mereka akan menjauh dari sekitarmu." (QS. Ali 'Imran: 159)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kelembutan, kasih sayang, dan keteladanan merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan maupun pendidikan. Semangat inilah yang terus dihidupkan MA Maarif NU 1 Kemranjen melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.

Kontributor: Tim Humas MA Maarif NU 1 Kemranjen