MA Muhammadiyah Purwokerto Sukses Gelar PKKM 4 Tahunan

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) 4 Tahunan di MA Muhammadiyah Purwokerto terselenggara dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini menjadi tonggak penting untuk mengevaluasi capaian kinerja serta memetakan arah pengembangan madrasah untuk empat tahun ke depan. Kamis (18/12)

Kepala MA Muhammadiyah Purwokerto, Dani Lesmana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang telah bekerja keras menyukseskan agenda ini.

"PKKM ini adalah instrumen untuk mengukur kinerja kepala madrasah selama periode empat tahun sekaligus menilai potret madrasah secara menyeluruh agar ke depannya menjadi jauh lebih baik," ujar Dani.

Perwakilan Majelis Dikdasmen PDM, Yapin Mahmud, memberikan penekanan menarik bahwa PKKM harus dijadikan alat koreksi diri bagi madrasah. Ia memperkenalkan konsep unik "GBHN" sebagai indikator keberhasilan sebuah madrasah:

G (Guru): Guru-gurunya harus keren dan kompeten.
B (Bangunan): Bangunannya kokoh dan mendukung proses pembelajaran.
H (Hiasan): Lingkungan yang bersih, rapi, dan indah.
N (Nyaman): Madrasah harus aman, nyaman, serta bebas dari narkoba dan perundungan (bullying).

Dalam sesi refleksi, Athing Rofiah yang mewakili Kasi Penma Kantor Kemenag, mensosialisasikan program Gema Tasbih. Melalui program ini, madrasah diharapkan semakin berkualitas, berakhlak, berintegritas, dan harmonis. "Tujuannya adalah mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mampu bersaing di kancah mendunia," jelasnya.

Tim Penilai, Siti Nur Irhami, memberikan apresiasi atas kinerja kolektif guru, tenaga kependidikan (tendik), dan kepala madrasah yang dinilai sudah bagus. Namun, sebagai bahan evaluasi dari hasil penilaian tersebut, terdapat beberapa catatan penting yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak madrasah. Pertama, pada aspek administrasi, tim penilai menekankan perlunya perbaikan dalam penyusunan program kerja serta kedisiplinan pelaporan di setiap kegiatan yang dilaksanakan agar lebih sistematis. Kedua, terkait data alumni, madrasah diminta untuk melakukan penataan kembali dokumen lulusan dari setiap angkatan sehingga seluruh data alumni dapat terdokumentasi dengan lengkap, akurat, dan mudah diakses untuk kepentingan pengembangan institusi di masa depan.

Menanggapi masukan tersebut, Istikomah selaku Pengawas Pembina sekaligus Tim Penilai, menegaskan bahwa seluruh catatan dan masukan yang diberikan akan segera ditindaklanjuti. Hal ini komitmen MA Muhammadiyah Purwokerto untuk terus melakukan perbaikan demi kemajuan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah dan Banyumas pada umumnya. (istik/adl)