Madrasah Aliyah Gelar Diseminasi Penguatan Implementasi Kurikulum Madrasah KMA 1503
Oleh MA AL FALAH JATILAWANG
Banyumas - MA Al Falah Jatilawang menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Penguatan Implementasi Kurikulum Madrasah KMA 1503 Tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan kualitas dan relevansi proses pembelajaran di madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ulfah, dan dihadiri oleh seluruh ibu guru MA Al Falah Jatilawang. Kegiatan berlangsung di ruang Laboratorium MA Al Falah Jatilawang pada Selasa-Rabu, 6-7 Januari 2026. Kamis (08/01/26)
Diseminasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman pendidik mengenai arah kebijakan kurikulum madrasah sebagaimana tertuang dalam KMA 1503, sekaligus mengintegrasikannya dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam. Melalui integrasi ini, pembelajaran diharapkan tidak hanya berfokus pada capaian kognitif, tetapi juga pada pengembangan karakter, empati, spiritualitas, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik.
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan agenda yang bersifat aplikatif. Pada hari pertama, Selasa, 6 Januari 2026, para guru mengikuti praktik pemetaan Capaian Pembelajaran (CP) serta praktik penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang selaras dengan KMA 1503, KBC, dan prinsip Pembelajaran Mendalam. Kegiatan ini bertujuan agar guru memiliki pemahaman konkret dalam menerjemahkan kebijakan kurikulum ke dalam perencanaan pembelajaran di kelas.
Pada hari kedua, Rabu, 7 Januari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penyusunan RPP untuk kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Guru diarahkan untuk merancang kegiatan penguatan karakter dan pengembangan potensi murid yang terintegrasi dengan nilai-nilai KBC, sehingga pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai aktivitas pendukung di luar kelas.
Dalam pemaparannya, Ulfah, menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pembelajaran. “Implementasi KMA 1503 tidak cukup hanya dipahami sebagai perubahan dokumen kurikulum, tetapi sebagai transformasi cara kita mengajar dan mendampingi murid. Melalui KBC dan Pembelajaran Mendalam, kita ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan menyentuh kebutuhan nyata murid,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa guru perlu memberi ruang yang lebih luas bagi murid untuk aktif, reflektif, dan kolaboratif dalam proses belajar. “Guru tidak lagi sekadar menyampaikan materi, tetapi menjadi fasilitator yang menuntun murid untuk menemukan makna, nilai, dan keterkaitan ilmu dengan kehidupan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MA Al Falah Jatilawang H. Amir Mahmud menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan diseminasi ini sebagai bagian dari penguatan budaya belajar di madrasah. “Kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi seluruh guru agar arah pembelajaran di MA Al Falah sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama sekaligus selaras dengan visi madrasah kita, yaitu menghadirkan pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai cinta,” ujarnya.
Beliau juga berharap agar hasil diseminasi ini tidak berhenti pada tataran pemahaman, tetapi benar-benar terimplementasi di kelas. “Saya berharap apa yang kita diskusikan hari ini dapat diwujudkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari, sehingga murid tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang peduli, berakhlak, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui kegiatan diseminasi ini, diharapkan seluruh pendidik MA Al Falah Jatilawang mampu mengimplementasikan KMA 1503 secara lebih utuh, terencana, dan bermakna. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen MA Al Falah Jatilawang untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman, berpihak pada murid, serta berorientasi pada pembentukan generasi yang unggul secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara spiritual.
