MAN 3 Banyumas Gelar Pembelajaran Praktik Wakaf di KUA Sumpiuh, Bekali Siswa Pemahaman Regulasi dan Digitalisasi
Oleh MAN 3 Banyumas
Banyumas – Dalam rangka memperdalam pemahaman materi keagamaan secara kontekstual, sebanyak 12 murid MAN 3 Banyumas melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan mengenai literasi wakaf di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, pada Jumat (29/5/2026).
Kehadiran belasan siswa tersebut didampingi oleh dua guru pembimbing, Siti Maesaroh dan Ulfiya Nur Faiqoh. Kegiatan ini dirancang agar para siswa tidak hanya memahami teori di dalam kelas, melainkan juga mampu melihat langsung bagaimana tata cara dan administrasi pengelolaan wakaf yang berlaku di lembaga resmi pemerintahan.
Sesi pembelajaran yang berlangsung khidmat dan interaktif ini menghadirkan dua pemateri kompeten, yaitu A. Muflihul Wafa, serta Suhiryanto Amin Ghufron selaku kepala KUA Sumpiuh sekaligus Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Pada sesi awal, para siswa diberikan pendalaman materi mengenai aspek teoritis wakaf, dasar hukum yang melandasinya, hingga peruntukan harta benda wakaf demi kemaslahatan umat. Pembelajaran terasa lebih hidup ketika para murid diberikan kesempatan berharga untuk melihat dan mengamati langsung dokumen-dokumen asli yang menjadi persyaratan dalam proses pendaftaran tanah wakaf.
Memasuki materi yang lebih spesifik, Kepala KUA Sumpiuh selaku PPAIW memberikan penjelasan mendalam mengenai prosedur hukum tata kelola wakaf. Salah satu poin penting yang dipelajari siswa adalah mekanisme pergantian nazhir (pengelola wakaf), yang ternyata harus melalui proses pengajuan resmi ke KUA dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Tidak hanya terpaku pada aspek administratif konvensional, para siswa juga diperkenalkan dengan modernisasi layanan keagamaan melalui pemaparan materi tentang penggunaan Sistem Informasi Wakaf (SIWAK), sebuah platform digital yang dikembangkan oleh Kementerian Agama RI untuk transparansi dan akurasi data wakaf nasional.
Kegiatan inovatif ini mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari Kepala MAN 3 Banyumas, Solikhin. Beliau menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada pihak KUA Sumpiuh yang telah menyambut serta membimbing para siswa dengan sangat baik. Menurut Solikhin, pembelajaran langsung di lapangan seperti ini sangat efektif untuk membuka cakrawala berpikir siswa, sehingga mereka tidak sekadar menghafal teori fiqih, tetapi juga memahami implementasi regulasi dan adopsi teknologi digital dalam pengelolaan wakaf di Indonesia. Beliau berharap bekal ilmu praktis ini dapat menumbuhkan generasi muda yang peduli dan paham akan tata kelola aset keagamaan di masa depan. (Humas).
