HUT RI #81

Mantapkan Kemah Bulan Bakti Pramuka, Unsur Forkopimcam Sumbang Bersinergi Sukseskan ETK Banyumas

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas – Persiapan pelaksanaan Kemah Bulan Bakti Pramuka Kabupaten Banyumas terus dimatangkan. Menjelang pelaksanaan kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Estafet Tunas Kelapa (ETK), panitia menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh aspek teknis, keamanan, pelayanan, hingga kesiapan lokasi dapat berjalan secara optimal. Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Ruang Kepala Madrasah MTs Negeri 3 Banyumas dan dihadiri unsur Forkopimcam Sumbang, Pemerintah Desa Silado, MTs Negeri 3 Banyumas, serta panitia Kemah Bulan Bakti Pramuka. Rabu (02/09)

Hadir dalam rapat tersebut Camat Sumbang, Komandan Koramil Sumbang, Kapolsek Sumbang, Kepala Desa Silado, serta Kepala MTs Negeri 3 Banyumas yang diwakili Kepala Tata Usaha (KaTU). Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung suksesnya kegiatan kepramukaan yang akan melibatkan ratusan peserta. Koordinasi bersama menjadi langkah penting untuk menyatukan persepsi, membagi peran, serta memastikan setiap kebutuhan kegiatan dapat dipersiapkan dengan baik.

Rapat membahas secara menyeluruh berbagai kebutuhan menjelang pelaksanaan Kemah Bulan Bakti Pramuka yang dijadwalkan berlangsung Jumat–Minggu, 4–6 September 2026. Kegiatan yang digelar melalui bidang Abdimas Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 350 peserta dari Kwarran se-Kabupaten Banyumas serta perwakilan pangkalan SMA/SMK. Dengan jumlah peserta yang cukup besar, aspek keamanan, ketertiban, kesehatan, sanitasi, lalu lintas, akomodasi, serta kesiapan lokasi menjadi perhatian utama dalam rapat koordinasi.

Desa Silado menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian kegiatan. Para peserta nantinya akan melaksanakan berbagai kegiatan bakti kepada masyarakat, seperti pengecatan masjid dan mushola, pembersihan serta pengecatan tembok makam, pengecatan jembatan dan bruk, hingga pengecatan tanda-tanda lalu lintas di sekitar Jalan Raya Silado. Kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk nyata pengamalan nilai-nilai kepramukaan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, MTs Negeri 3 Banyumas memiliki posisi strategis dalam mendukung rangkaian kegiatan. Lingkungan madrasah dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan kegiatan, termasuk pemanfaatan fasilitas MCK, sekretariat panitia, serta ruang transit bagi tamu VIP dan VVIP. Dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen madrasah dalam bersinergi dengan Gerakan Pramuka dan berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat.

Dari sisi keamanan dan ketertiban, keterlibatan Koramil dan Polsek Sumbang menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Pengaturan mobilitas peserta, arus lalu lintas, keamanan lingkungan, hingga pengamanan prosesi Estafet Tunas Kelapa akan menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor. Pemerintah Kecamatan Sumbang dan Pemerintah Desa Silado juga memiliki peran penting dalam memastikan kegiatan dapat berjalan selaras dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Kemah Bulan Bakti Pramuka tahun ini memiliki nilai strategis karena menjadi bagian dari rangkaian Estafet Tunas Kelapa. Setelah pelaksanaan kemah, pada Minggu, 6 September 2026 pukul 10.00 WIB, akan dilaksanakan prosesi Timbang Terima Tunas Kelapa dari Kwarda Purbalingga kepada Kwarda Banyumas. Prosesi tersebut dijadwalkan berlangsung di depan MTsN 3 Banyumas, tepatnya di Lapangan Lama Desa Silado, dan menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian kegiatan ETK.

Kegiatan tersebut semakin bermakna karena ETK membawa pesan tentang estafet perjuangan, persaudaraan, pengabdian, dan regenerasi dalam Gerakan Pramuka. Sejalan dengan audiensi Ketua Pelaksana ETK Kwarran Sumbang, Tofik Hidayat, ke MTsN 3 Banyumas pada Senin (31/8/2026), seluruh pihak diajak untuk bersama-sama memberikan dukungan dan doa restu demi suksesnya rangkaian kegiatan.

Selain bakti sosial, Kemah Bulan Bakti juga akan diisi dengan kegiatan kebersamaan dan pentas seni. Melalui berbagai aktivitas tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berkemah, tetapi juga belajar mengenai kepemimpinan, kemandirian, gotong royong, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Rapat koordinasi di Ruang Kepala Madrasah MTsN 3 Banyumas tersebut menjadi bukti bahwa suksesnya sebuah kegiatan besar membutuhkan sinergi dan kolaborasi banyak pihak. Ketika unsur pemerintah, TNI, Polri, pemerintah desa, madrasah, panitia, dan masyarakat bergerak bersama, berbagai tantangan dapat dipersiapkan dan diantisipasi sejak awal.

Dari Desa Silado, semangat pengabdian akan berpadu dengan semangat Estafet Tunas Kelapa. Kemah bukan sekadar mendirikan tenda dan bermalam, sementara ETK bukan sekadar memindahkan simbol tunas kelapa dari satu wilayah ke wilayah lain. Keduanya merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai pengabdian, persaudaraan, kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab kepada generasi muda. Dari Silado, semangat itu akan terus bergerak—dari satu tangan ke tangan berikutnya, dari satu generasi ke generasi berikutnya, untuk Pramuka dan untuk negeri.(Humas MTsN 3 Banyumas)