Membentuk Karakter Spiritual dan Moral Remaja: KUA Sumpiuh Terapkan Metode Sorogan di SMA Banyumas
Banyumas – SMA Banyumas menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan penyuluhan keagamaan yang inspiratif dan edukatif yang dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Sumpiuh, Al Iproh. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kedalaman spiritual dan akhlak mulia siswa. Rabu (12/11)
Acara dimulai dengan suasana penuh khidmat. Sebagai pembuka, seluruh peserta bersama-sama melantunkan Asmaul Husna. Pembacaan ini berfungsi untuk menenangkan jiwa, mempersiapkan mental siswa, dan menyatukan hati dalam memuji sifat-sifat mulia Allah SWT.
Inti dari penyuluhan kali ini adalah penerapan metode Sorogan, yaitu pembelajaran tatap muka di mana siswa secara bergantian membaca atau melafalkan materi (seperti bacaan Al-Qur'an, hafalan hadis, atau pendalaman kitab) di hadapan pengajar. Metode ini dilaksanakan secara klasikal sesuai tingkatan kemampuan siswa.
Penerapan metode Sorogan ini memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan perhatian individu dan koreksi langsung, menjadikan proses pemahaman materi keagamaan berjalan efektif dan terukur.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembinaan yang melibatkan teman sebaya (peer educator). Strategi cerdas ini memanfaatkan peran pendidik sebaya di kalangan siswa agar materi yang disampaikan—terutama isu-isu keagamaan dan moral yang relevan—menjadi lebih mudah diterima karena menggunakan bahasa yang dekat dengan dunia remaja.
Pendekatan Pembinaan Teman Sebaya ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang suportif, memperkuat rasa tanggung jawab, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan di antara para siswa.
Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan ini menunjukkan komitmen KUA Sumpiuh dan SMA Banyumas dalam mencetak siswa yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan karakter yang kuat.
