Membumikan Al-Quran di Balik Jeruji: Penyuluh Gelar Sorogan di Rutan Banyumas
Banyumas – Suasana khidmat menyelimuti Ruang Pembinaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Banyumas. Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak antusias mengikuti kegiatan pembinaan rohani rutin yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Islam dari KUA Sumpiuh. Kamis (5/2/2026)
Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Kamis pertama ini menjadi oase spiritual bagi para warga binaan. Pada kesempatan kali ini, Tim Penyuluh Agama Islam KUA Sumpiuh mengedepankan metode "Sorogan", sebuah pendekatan personal dalam belajar mengaji yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.
Dalam sesi tersebut, para warga binaan dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil berdasarkan tingkat literasi Al-Qur’an mereka:
-
Kelompok Dasar: Fokus pada pengenalan huruf hijaiyah melalui metode Iqro’.
-
Kelompok Lanjutan: Fokus pada kelancaran membaca Al-Qur’an dan perbaikan tajwid.
Penyuluh dari KUA Sumpiuh menyampaikan bahwa metode sorogan dipilih agar setiap warga binaan mendapatkan bimbingan yang intensif dan tepat sasaran. "Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta, tanpa peduli dari mana mereka memulai, merasa didampingi dan tidak malu untuk belajar," ungkap salah satu penyuluh di lokasi.
Program kerjasama antara KUA Sumpiuh dan Rutan Banyumas ini bertujuan lebih dari sekadar mengajar baca tulis Al-Qur'an. Kegiatan ini diharapkan mampu menyentuh sisi psikis dan spiritual warga binaan, sehingga mereka memiliki bekal mental yang lebih kuat dan berakhlakul karimah saat kembali ke masyarakat nantinya.
Kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh rasa kekeluargaan, menutup rangkaian agenda Kamis pertama di awal Februari ini dengan doa bersama.
