HUT RI #81

Membumikan Al-Quran di Bulan Suci: Geliat Ngaji Sorogan Santri An-Najah

K
KUA SUMPIUH
23 Feb 2026
21x dibaca
SHARE

Banyumas – Suasana sore di Mushola Kedung Santen selama bulan Ramadan ini terasa lebih syahdu dan produktif. Puluhan anak yang tergabung dalam Majelis Taklim (MT) An-Najah nampak antusias mengikuti rutinan Ngaji Sorogan, sebuah metode pembelajaran Al-Qur'an tradisional yang tetap efektif menjaga kualitas bacaan santri.

Dibimbing langsung oleh Laeli Najihah, seorang Penyuluh Agama Islam yang berdedikasi, kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk memperbaiki bacaan secara privat dan intensif.

Ada yang berbeda dari rutinitas biasanya. Jika di luar bulan Ramadan santri berkumpul setelah salat Maghrib, khusus selama bulan suci ini, jadwal dialihkan menjadi setiap ba’da Asar. Perubahan waktu ini justru menambah semangat para santri sambil menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) dengan aktivitas yang bermanfaat.

Metode sorogan di MT An-Najah diterapkan secara klasikal namun privat, di mana setiap anak maju satu per satu sesuai dengan tingkat kemampuannya:

  • Tingkat Iqro: Fokus pada pengenalan huruf hijaiyah, makhraj, dan dasar-dasar tajwid bagi pemula.

  • Tingkat Al-Qur'an: Pendampingan bagi santri yang sudah lancar untuk memperhalus irama (nagham) dan ketepatan hukum bacaan yang lebih kompleks.

"Melalui metode sorogan, kita bisa menyimak dengan saksama setiap detail bacaan anak. Tidak hanya sekadar khatam, tapi bagaimana mereka benar-benar fasih dan tartil sesuai kaidah," ujar Laeli Najihah di sela-sela bimbingannya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pengisi waktu luang di bulan Ramadan, tetapi juga mampu mencetak generasi muda Kedung Santen yang cinta Al-Qur'an dan memiliki akhlakul karimah.