Meneladani Makna Isra Miraj Sejak Dini, KUA Pekuncen Penyuluhan di KB Miftakhul Ulum

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pekuncen, Fadlilatun Ni’mah, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad di KB Miftakhul Ulum, Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik, para guru, serta wali murid dengan penuh antusias dan khidmat. Jumat (09/01/26)

Dalam penyampaian materinya, Fadlilatun Ni’mah membuka pengajian dengan membacakan dalil utama peristiwa Isra Mi’raj sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1:
????????? ??????? ???????? ?????????? ??????? ????? ??????????? ?????????? ????? ??????????? ?????????? ??????? ?????????? ????????? ??????????? ???? ??????????? ? ???????? ???? ?????????? ??????????
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.”
(QS. Al-Isra: 1)

Selanjutnya, ia menjelaskan pengertian Isra dan Mi’raj, yakni perjalanan luar biasa Nabi Nabi Muhammad yang terjadi dalam satu malam. Isra adalah perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan naik ke langit hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT.

Pada bagian latar belakang peristiwa, disampaikan bahwa Isra Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Rasulullah, yaitu setelah wafatnya dua orang yang sangat beliau cintai dan menjadi pelindung dakwah, Siti Khadijah dan Abu Thalib. Periode ini dikenal sebagai ‘Amul Huzn (tahun kesedihan). Dalam kondisi duka tersebut, Allah SWT memberikan penghiburan sekaligus penguatan iman kepada Rasulullah melalui peristiwa Isra Mi’raj.

Fadlilatun Ni’mah juga mengisahkan bahwa dalam perjalanan tersebut Rasulullah diperlihatkan gambaran keadaan umat beliau, termasuk balasan bagi orang-orang yang taat dan gambaran siksa bagi mereka yang melanggar perintah Allah, baik terkait surga maupun neraka. Puncak dari peristiwa agung ini adalah diterimanya perintah shalat lima waktu, yang menjadi kewajiban utama umat Islam hingga hari ini.

Lebih lanjut, hikmah Isra Mi’raj disampaikan sebagai nilai-nilai relevan yang perlu ditanamkan sejak usia dini, dimulai dengan penegasan kewajiban salat lima waktu sebagai tiang agama dan sarana utama mendekatkan diri kepada Allah SWT. Peristiwa ini juga berfungsi sebagai sarana penguatan keimanan untuk meyakini kekuasaan Allah SWT, serta memberikan pelajaran mendalam tentang keikhlasan dan ketakwaan dalam menjalankan perintah-Nya. Selain itu, perjalanan spiritual ini menjadi pembekalan dakwah agar generasi muda dapat meneladani kesabaran serta keteguhan Rasulullah, sekaligus menjadi sarana introspeksi diri (muhasabah) untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan suasana edukatif dan komunikatif. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak, diselingi nasihat moral dan ajakan untuk mencintai shalat sejak dini. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Pekuncen yang telah memberikan penguatan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia kepada peserta didik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat meneladani makna Isra Mi’raj dapat tertanam kuat pada diri anak-anak sejak usia dini, serta menjadi bekal dalam membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah.