Menggetarkan Lapas Kelas IIA Pamijen Purwokerto Lewat Giat BTA

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Purwokerto — Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamijen Purwokerto terasa berbeda dan penuh getaran spiritual pada Kamis, 29 Januari 2026. Penyuluh Agama Islam dari KUA Sokaraja hadir membumikan Al-Qur’an melalui kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) yang menyentuh hati para warga binaan.

Kegiatan BTA ini menjadi oase rohani di balik tembok tinggi lapas. Dengan penuh ketelatenan dan pendekatan humanis, Penyuluh Agama KUA Sokaraja membimbing para warga binaan mengenal, membaca, dan menulis huruf-huruf hijaiyah, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Tak sekadar mengajarkan teknis membaca, para penyuluh juga menyampaikan motivasi keagamaan yang membangkitkan harapan dan semangat hijrah. Al-Qur’an diperkenalkan sebagai cahaya yang mampu menerangi masa depan, membuka pintu taubat, serta menjadi bekal utama dalam menata kehidupan yang lebih baik setelah masa pembinaan usai.

Antusiasme warga binaan terlihat jelas. Mereka mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan, bahkan beberapa di antaranya tampak haru saat melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sentuhan dakwah yang lembut dan membumi mampu mengetuk hati siapa pun, di mana pun berada.

Pihak Lapas Kelas IIA Pamijen Purwokerto menyambut baik dan mengapresiasi giat BTA tersebut. Kegiatan ini dinilai sangat positif dalam mendukung pembinaan mental dan spiritual warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih religius, berakhlak, dan siap kembali ke tengah masyarakat.

Melalui giat BTA ini, Penyuluh Agama KUA Sokaraja menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah yang inklusif dan transformatif. Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi dihidupkan—bahkan di balik jeruji, cahaya wahyu tetap bersinar dan menggetarkan jiwa.