Menumbuhkan Empati pada Korban Terdampak Bencana
Banyumas — Sebuah kegiatan bimbingan dan penyuluhan (bimluh) oleh penyuluh agama Islam, wafiqul Umam,digelar di musholla Al Ayubi dengan mengusung tema “Menumbuhkan Empati kepada Korban Bencana”. Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah, remaja musholla, serta warga sekitar yang antusias mengikuti materi yang disampaikan. Sabtu (07/12)
Dalam penyuluhan tersebut, Wafi menekankan bahwa empati kepada korban bencana tidak cukup ditunjukkan hanya melalui ucapan prihatin atau komentar belas kasih dari kejauhan. Empati sejati, menurutnya, adalah kemampuan untuk merasakan sebagian dari penderitaan yang dialami para korban, meski kita tidak berada dalam situasi yang sama.
“Sering kali kita hanya mengirimkan doa atau mengucapkan turut prihatin, namun lupa bahwa mereka sedang menghadapi ujian berat kehilangan harta, tempat tinggal, bahkan keluarga. Di sinilah pentingnya kehadiran nyata melalui tindakan,” ujar Wafi dalam sesi penyampaian materi.
Jamaah juga diajak untuk memahami bahwa bentuk kepedulian tidak harus selalu berupa bantuan besar. Langkah sederhana seperti berdonasi sesuai kemampuan, mengumpulkan pakaian layak pakai, membantu proses evakuasi, atau sekadar hadir memberi dukungan moral, dapat menjadi uluran tangan yang sangat berarti bagi mereka yang terdampak.
Kegiatan bimluh ini diakhiri dengan diskusi dan ajakan konkret untuk menggalang bantuan bersama sebagai wujud nyata empati terhadap korban bencana di berbagai daerah. Jamaah dan warga menyambut baik inisiatif ini, berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna menumbuhkan rasa peduli dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, musholla kembali menjadi pusat pembinaan nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat solidaritas, serta menegaskan bahwa empati bukan hanya tentang rasa simpati, tetapi tentang tindakan nyata untuk meringankan beban sesama. (wu)
