Merajut Persatuan di Kota Satria: Kemenag & Kesbangpol Gerak Cepat Jaga Kerukunan Lintas Iman
Oleh HUMAS
Purwokerto – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banyumas menggelar rapat koordinasi PKUB (Pembinaan Kerukunan Umat Beragama) di aula Kecamatan Purwokerto Timur. Kegiatan ini dihadiri dari lintas iman, tokoh masyarakat, para lurah se-kecamatan Purwokerto Timur, dengan tujuan menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari potensi ancaman hingga capaian kerukunan yang telah menjadi percontohan. Kamis (06/11)
Dalam rapat tersebut, ditekankan bahwa tugas Kesbangpol sangat luas dan krusial, mencakup pengawasan terhadap :
1. Ancaman stabilitas seperti terorisme, demo, dan kerusuhan yang penanganannya berkoordinasi dengan Densus 88
2. Partai Politik dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang jumlahnya mencapai sekitar 251 di Banyumas
3. Isu-isu krusial seperti Ideologi, Kebangsaan, Agama, Ekonomi, dan Budaya.
Kesbangpol juga menjadi "induk" bagi FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) yang bertindak sebagai intelijen di masyarakat, serta menangani konflik perbatasan antar kabupaten.
Banyumas patut berbangga karena kerukunan beragama di wilayah ini telah menjadi percontohan bagi daerah lain. Hal ini didukung oleh adanya Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang telah memiliki 12 anggota serta program-program seperti PKUB Goes to School. Di Menara Teratai, telah didirikan pula Kampung Moderasi dan menjadi lokasi Doa Lintas Iman, yang menunjukkan toleransi nyata.
Namun, kewaspadaan harus ditingkatkan. Beberapa isu hangat seperti PWI LS, FPI, dan isu Habib perlu diawasi perkembangannya. Kepala Kemenag juga mengingatkan agar mewaspadai provokasi demo, khususnya yang menyasar anak-anak setingkat SMP yang dianggap mudah dipengaruhi.
Catatan Khusus: Rapat menyoroti perlunya pengawasan terhadap pergerakan suku pendatang, seperti suku Madura dan Batak, yang keberadaannya cukup banyak di Banyumas.
Isu kesehatan dan keamanan juga menjadi sorotan tajam. Banyumas kini berada di peringkat 2 kasus narkoba, dengan ditemukannya jenis narkotika baru berupa jamur letong sapi di wilayah Berkoh dan Dukuhwaluh. Selain itu, kasus HIV/AIDS Banyumas juga menduduki peringkat 3.
Terakhir, Kesbangpol menyambut baik usulan pelibatan masyarakat hingga tingkat RT/RW dalam PKUB. Kesbangpol juga siap memfasilitasi kebutuhan administrasi hingga bantuan keuangan bagi komunitas yang ingin berkoordinasi, dan mengizinkan penggunaan kantor mereka untuk rapat.
