Moment Istimewa Penghulu Muda: Tabarrukan dan Ngangsu Ilmu dengan Ulama Muda Kharismatik
Oleh KUA KEMRANJEN
Kemranjen — Pernikahan di Desa Kecila, Kecamatan Kemranjen, menjadi momen istimewa bagi Galih Lukman Hakim, penghulu KUA Kemranjen. Bukan hanya karena khidmatnya prosesi akad nikah, tetapi juga karena hadirnya dua ulama muda kharismatik, Gus Huda dari Danasri dan Gus Adib dari Bukateja. Rabu (12/08)
Kehadiran kedua ulama tersebut memberikan suasana tersendiri bagi pelaksanaan pernikahan. Bagi Galih, momentum tersebut menjadi kesempatan berharga untuk tabarrukan sekaligus ngangsu kawruh atau menimba ilmu dari dua sosok yang dikenal memiliki keteladanan dan keluasan ilmu keagamaan.
Di sela tugasnya sebagai penghulu, Galih merasa bersyukur dapat bertemu dan berinteraksi dengan kedua ulama muda tersebut. Baginya, keberadaan para ulama di tengah masyarakat merupakan sumber keberkahan sekaligus ruang untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.
“Menjadi penghulu bukan hanya menjalankan tugas administratif dan prosesi akad nikah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk terus belajar. Bertemu para ulama adalah kesempatan untuk tabarrukan dan ngangsu ilmu,” ungkap Galih.
Pernikahan di Desa Kecila tersebut akhirnya tidak hanya menjadi momentum kebahagiaan bagi kedua mempelai dan keluarga, tetapi juga menghadirkan pengalaman spiritual yang berkesan bagi Galih. Kehadiran Gus Huda dan Gus Adib menjadi tambahan keberkahan dalam sebuah prosesi sakral yang mempertemukan dua insan dalam ikatan pernikahan.
Semoga pernikahan tersebut menjadi awal kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta keberkahan pertemuan dengan para ulama senantiasa menjadi energi bagi Galih dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui KUA Kemranjen.(W)
