HUT RI #81

MT Al Imla Pertemuan Kedua, Penyuluh Bahas Agar Amal Ibadah Tidak Bocor

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas – Majelis Taklim (MT) Al Imla menggelar pertemuan kedua bersama Penyuluh Agama Islam KUA Wangon. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan secara rutin bagi jamaah, khususnya ibu-ibu, dengan menghadirkan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Zainur, menyampaikan kajian tentang pentingnya menjaga amal ibadah agar tidak “bocor” dan tetap bernilai di hadapan Allah SWT. Senin (21/09)

Zainur menjelaskan bahwa amal ibadah tidak cukup hanya dilakukan, tetapi juga perlu dijaga dari berbagai hal yang dapat mengurangi pahalanya. Menurutnya, sikap riya, membicarakan kebaikan yang telah dilakukan, menyakiti orang lain, serta perilaku buruk setelah beramal dapat menjadi sebab berkurangnya nilai kebaikan tersebut. “Amal ibadah harus kita jaga sejak niat, ketika melaksanakan, hingga setelah selesai. Jangan sampai kebaikan yang sudah kita lakukan justru rusak karena ucapan dan perilaku kita,” ungkap Zainur.

Dalam penyampaiannya, Zainur mengajak jamaah untuk senantiasa memperbaiki niat dan menjaga hati. Ia juga menekankan bahwa ibadah hendaknya dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia. Menurutnya, menjaga amal merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ibu-ibu jamaah MT Al Imla mengikuti kegiatan dengan antusias. Materi yang disampaikan dinilai memberikan pengingat agar setiap kebaikan yang dilakukan tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah saja, tetapi juga diiringi dengan menjaga sikap, ucapan, dan hubungan dengan sesama. “Kami merasa mendapat pengingat yang sangat bermanfaat. Kadang kita sudah berusaha berbuat baik, tetapi masih kurang menjaga ucapan dan sikap. Kajian ini membuat kami ingin lebih berhati-hati,” tutur salah seorang jamaah.

Pertemuan kedua MT Al Imla tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan keakraban. Kegiatan diharapkan dapat terus menjadi sarana bagi jamaah untuk menambah ilmu agama sekaligus memperkuat semangat dalam beribadah. Zainur berharap pembinaan melalui majelis taklim dapat memberikan manfaat nyata sehingga jamaah mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta semakin istiqamah dalam menjaga amal kebaikan.(srf)