Murid MTs Negeri 3 Banyumas Belajar Mitigasi Kebakaran Bersama Tim Damkar Kabupaten Banyumas

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas — Suasana berbeda dan penuh semangat tampak di halaman MTs Negeri 3 Banyumas. Hari yang istimewa bagi seluruh murid ini diwarnai dengan kehadiran Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyumas yang memberikan edukasi sekaligus praktik langsung mengenai mitigasi dan pencegahan bencana kebakaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) yang sedang dilaksanakan di Desa Silado sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Selasa (21/07)

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya memahami karakteristik api. Tim Damkar menjelaskan bahwa api dapat memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari apabila digunakan secara benar, namun juga dapat berubah menjadi ancaman yang membahayakan apabila tidak dikelola dengan baik. Murid diberikan pemahaman tentang penyebab kebakaran, langkah-langkah pencegahan, hingga tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.

Materi yang paling menarik perhatian murid adalah demonstrasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) yang memanfaatkan kain basah, handuk, maupun karung goni sebagai media untuk memadamkan api pada tahap awal. Tim Damkar memperagakan teknik penggunaan yang benar, kemudian mengajak murid untuk mempraktikkannya secara langsung di bawah pendampingan petugas.

Sorak semangat dan tepuk tangan mengiringi setiap praktik yang dilakukan. Rasa penasaran berubah menjadi keberanian ketika murid diberi kesempatan memegang APAR dan mencoba memadamkan api. Pengalaman ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga karena memberikan keterampilan dasar yang dapat diterapkan apabila menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.

Tidak hanya memberikan edukasi mengenai kebakaran, Tim Rescue Damkar Kabupaten Banyumas juga memperkenalkan tugas lain yang selama ini menjadi bagian dari pelayanan mereka kepada masyarakat, yaitu evakuasi dan penanganan satwa liar yang berpotensi membahayakan, seperti ular. Dengan membawa ular sebagai media edukasi, petugas menjelaskan teknik penanganan yang aman, prosedur penyelamatan, serta mengingatkan murid agar tidak bertindak sendiri apabila menemukan ular atau hewan berbahaya di rumah maupun lingkungan sekitar. Murid tampak antusias menyimak penjelasan dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Melalui kolaborasi antara Program KKN Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Tim Damkar Kabupaten Banyumas, dan MTs Negeri 3 Banyumas, diharapkan murid memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta keberanian untuk bertindak secara tepat dalam menghadapi potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

Edukasi mitigasi bencana seperti ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang sangat bermakna. MTs Negeri 3 Banyumas terus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membentuk murid yang tangguh, peduli terhadap keselamatan, serta siap menghadapi berbagai tantangan di kehidupan nyata.(HumasMTsN3).