Ngrumat Kayu Hibah Masyarakat untuk Parkir KUA
Banyumas - Dalam sebuah upaya menjaga keindahan dan kenyamanan lingkungan Kantor Urusan Agama Kemranjen, semua ASN saling bahu-membahu dalam merawat kayu yang merupakan hibah dari masyarakat. Berbekal semangat dan rasa handarbeni terhadap tempat mereka bekerja, kegiatan ini bukan hanya sekadar perawatan fisik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Jumat (07/11)
Berdasar semangat yang diusung Kakankemenag Kabupaten Banyumas, Galih Lukman Hakim yang merupakan CPNS Penghulu KUA Kemranjen bersama dengan Sugeng, petugas keamanan KUA, memulai kegiatan ngrumat kayu. Dengan penuh dedikasi, mereka mengoleskan oli pada kayu-kayu tersebut dan menatanya kembali agar dapat tetap awet dan terjaga. Aktivitas ini melibatkan semua ASN KUA Kemranjen, menciptakan suasana kolaboratif yang terlihat jelas dalam setiap langkah yang diambil.
Hal ini sesuai dengan apa yang pernah disampaikan oleh Wafiqul Umam, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, Ia menyampaikan, “Jadilah orang yang bermanfaat dimanapun kita berada.” Pesan ini sangat relevan dengan aktivitas perawatan kayu yang dilakukan, di mana setiap individu berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Kegiatan ini bukan hanya menguntungkan KUA Kemranjen, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar yang menggunakan fasilitas tersebut.
Apriliyanto, Kepala KUA Kemranjen, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh ASN dan pihak yang telah dengan sukarela merawat KUA Kemranjen. Ia berharap bahwa upaya ini akan menjadikan KUA Kemranjen semakin ASRI (Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah). Dengan lingkungan yang nyaman, masyarakat akan merasa lebih tenang dan aman saat berurusan dengan pelayanan yang diberikan oleh KUA Kemranjen.
Semoga Allah SWT meridhoi perjuangan kita semua. Dengan niat yang tulus dan kerja keras, KUA Kemranjen tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pelayanan administratif, tetapi juga sebagai rumah bagi masyarakat yang mencari ketenangan dan solusi spiritual. Kegiatan ngrumat kayu ini menjadi simbol dari komitmen bersama untuk menjaga keindahan dan kualitas pelayanan, serta merawat nilai-nilai sosial yang ada di dalam masyarakat.
Dengan semangat gotong royong ini, mari kita terus jaga dan rawat lingkungan kita bersama untuk menciptakan suasana yang lebih baik, nyaman, dan indah bagi semua. (@p)
