Nyadran Bersama KUA Sumbang, Media Memupuk Kebersamaan dan Nilai Spiritual

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas - Tradisi nyadran kembali menjadi momen penuh makna di lingkungan KUA Sumbang. Kegiatan yang sarat nilai budaya dan spiritual ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga media mempererat kebersamaan antarpegawai dan masyarakat sekitar. Rabu (04/02)

Suasana hangat terasa sejak awal kegiatan. Para peserta berkumpul dengan penuh kekeluargaan, membawa semangat kebersamanan yang menjadi ciri khas tradisi nyadran yaitu makan bersama dengan makanan yang dibawa oleh pegawai KUA Sumbang, ada yang membawa nasi, ada yang membawa lauk pauk. Doa-doa dipanjatkan bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT 

Kepala KUA Sumbang, Muwaffiyul Ahdi, menyampaikan bahwa nyadran bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga sarana memperkuat nilai ukhuwah dan kepedulian sosial. “Melalui kebersamaan seperti ini, kita belajar saling menghargai, mempererat silaturahmi, dan menjaga warisan budaya yang selaras dengan nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi yang jarang ditemui di tengah kesibukan pelayanan. Tawa, sapa, dan kebersamaan yang terjalin menunjukkan bahwa kekuatan sebuah lembaga bukan hanya pada tugas administratif, tetapi juga pada keharmonisan antarindividu di dalamnya.

Dengan terselenggaranya nyadran ini, KUA Sumbang berharap semangat kebersamaan, kekompakan, dan kepedulian sosial terus tumbuh, sehingga tercipta lingkungan kerja dan masyarakat yang rukun, harmonis, serta penuh keberkahan.