OMI Prov Jateng Resmi Dibuka

Oleh HUMAS
SHARE

Purbalingga (1/10) – Kabag TU yang sekaligus sebagai  Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Pendma) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Wahid Arbani, secara resmi membuka kegiatan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 di Purbayasa, Kabupaten Purbalingga, pada Rabu (1/10).

Kegiatan ini merupakan salah satu ajang kompetisi akademik bergengsi di lingkungan madrasah yang bertujuan untuk menjaring siswa-siswi madrasah berprestasi dari seluruh Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Wahid Arbani menyampaikan apresiasi atas antusiasme ribuan peserta yang mengikuti OMI tahun ini, serta komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.

“Olimpiade ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur dan mengembangkan potensi intelektual siswa madrasah. Kami berharap OMI mampu melahirkan generasi unggul yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat,” ujarnya.

Tampak hadir Asisten Pemerintahan Kab. Purbalingga, Kepala Kantor Kemenag Banyumas Ibnu Asaddudin, Kepala Kantor Kemenag Purbalingga Zahid Khasani, Kasubbag TU Edi Sungkowo, Kasi Pendma M Wahyu Fauzi Aziz, Kepala Madrasah, Pengawas dan tamu undangan.

OMI Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun ini diikuti oleh 1.154 peserta terbaik dari berbagai kabupaten/kota, yang sebelumnya telah lolos seleksi ketat dari total lebih dari 32.000 peserta pada tahap awal. Seleksi tersebut dilakukan secara bertahap di masing-masing kabupaten/kota.

Pelaksanaan lomba akan digelar secara online serentak di masing-masing kabupaten/kota pada tanggal 2–3 Oktober 2025, dengan mempertandingkan 11 mata pelajaran dari berbagai jenjang pendidikan madrasah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang seleksi menuju OMI tingkat nasional yang akan mempertemukan peserta terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia.

Kementerian Agama berharap, melalui OMI, madrasah tidak hanya menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu bersaing di bidang sains, teknologi, dan ilmu pengetahuan lainnya. (Yud/dhy)