Orang yang Paling Dekat Dengan Allah, Belum Tentu Paling Dikenal Manusia
Jatilawang – Muhammad Taubah, Penyuluh Agama KUA Jatilawang, melaksanakan Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) kepada jamaah Masjid Baitul Maqdis dengan materi “Orang yang Paling Dekat dengan Allah, Belum Tentu Paling Dikenal Manusia”. Materi ini mengajak jamaah memahami bahwa kemuliaan seorang hamba tidak diukur dari popularitas, melainkan dari keikhlasan dan kualitas amal di hadapan Allah SWT. Rabu (04/11)
Muhammad Taubah menjelaskan bahwa kebaikan tidak selalu harus diketahui manusia. Amal yang dilakukan dengan tulus, tanpa mengharap pujian, justru mencerminkan kedalaman iman dan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT. Ia mengingatkan jamaah agar menjauhi riya dan tidak menjadikan pengakuan manusia sebagai tujuan beribadah. Sebab, manusia menilai apa yang tampak, sedangkan Allah SWT mengetahui niat yang tersembunyi di balik setiap perbuatan.
Melalui Bimluh ini, jamaah diajak membiasakan amal saleh dengan penuh keikhlasan. Sebab, kemuliaan sejati bukan terletak pada seberapa banyak manusia mengenal seseorang, melainkan pada ketulusan amalnya di hadapan Allah SWT.
