Outing Class Edukasi Literasi Digital dan Nobar Film Cyberbullying
Oleh MIN1 Banyumas
Purwokerto - MIN 1 Banyumas menghadirkan kegiatan pembelajaran di luar kelas melalui program outing class bertema Literasi Digital dan Anti-Perundungan Siber. Kegiatan yang berlangsung di Bioskop CGV Rita Supermall ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan total 414 peserta yang memadati area bioskop CGV Rita Supermall Purwokerto. Kamis (11/12)
Acara diawali dengan sosialisasi mengenai bahaya cyberbullying, penggunaan media sosial yang aman, serta pentingnya menjaga etika komunikasi digital. Usai sesi sosialisasi, siswa kemudian nonton bareng film berjudul Cyberbullying. Film edukatif ini menampilkan kisah nyata keseharian remaja dalam menghadapi tekanan sosial dan perundungan di dunia maya. Media audio visual ini menjadi cara efektif untuk membantu siswa memahami dampak serius cyberbullying, baik secara psikologis maupun sosial.
Kepala MIN 1 Banyumas, Mahruri, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pendidikan karakter serta membekali siswa dengan wawasan digital yang bertanggung jawab.
“Anak-anak harus paham bahwa jejak digital itu nyata. Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk generasi yang cerdas digital namun tetap berakhlak dan berempati,” ungkapnya.
Kegiatan outing class ini meninggalkan banyak kesan bagi para peserta. Naura Sya'bana Humaira, siswa kelas 6, merasa kegiatan ini membuatnya lebih paham cara menggunakan media sosial dengan baik.
“Asyik banget! Tempatnya nyaman dan filmnya mudah dipahami. Saya senang bisa ikut kegiatan ini. Ternyata cyberbullying itu bahaya. Dari filmnya saya belajar untuk tidak ikut-ikutan kalau ada teman yang saling mengejek online,” ujarnya dengan antusias.
Para siswa berharap kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena memberikan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan membuka wawasan mereka tentang dunia digital yang aman.
Kegiatan outing class ini diakhiri dengan sesi dokumentasi serta refleksi singkat bersama guru pendamping sebelum siswa kembali ke madrasah. Semangat dan antusiasme siswa menjadi bukti bahwa pembelajaran kontekstual seperti ini sangat relevan di era digital dan perlu terus dikembangkan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik.
