Panen Oyong: KUA Wangon Kenalkan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Lingkungan
Oleh HUMAS
Banyumas, Pojok ASRI KUA Wangon kembali menjadi perhatian setelah berhasil memanen sayur oyong hasil budidaya di pekarangan. Panen ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi sayur dan pemanfaatan lahan kecil untuk ketahanan pangan keluarga. Rabu (07/01/26)
Kegiatan panen dilakukan bersama penyuluh agama, warga sekitar KUA, serta jajaran internal yang terlibat dalam pengelolaan lahan hijau. Oyong dipilih sebagai salah satu tanaman unggulan karena mudah tumbuh, minim perawatan, serta memiliki nilai gizi dan manfaat kesehatan yang baik bagi keluarga.
Kepala KUA Wangon, Fairus Malaya, menyampaikan bahwa program panen sayuran ini merupakan bagian dari integrasi dakwah keluarga sakinah dengan edukasi lingkungan dan kesehatan. “Kami ingin menunjukkan bahwa keteladanan dalam membangun keluarga sehat tidak hanya berhenti pada aspek spiritual, tetapi juga merambah ke pola hidup sehat dan ramah lingkungan. Pekarangan kecil pun bisa memberi manfaat besar,” ungkapnya.
Salah satu penyuluh agama Islam yang turut terlibat dalam panen, Sarifudin, menambahkan bahwa kegiatan ini memberi pengalaman baru sekaligus motivasi bagi masyarakat. “Selama ini KUA lebih dikenal pada urusan administrasi dan layanan ibadah. Kini kita ingin memperlihatkan bahwa KUA juga hadir dalam edukasi kesehatan, gizi, dan lingkungan. Jujur, ikut memanen ini menyenangkan dan menambah wawasan,” tuturnya sambil memetik hasil panen.
Warga sekitar KUA Wangon juga menyambut baik kegiatan tersebut. Tumini, salah satu warga yang turut hadir, mengungkapkan rasa senangnya melihat pekarangan KUA Wangon menjadi hijau dan produktif. “Jarang ada kantor pemerintah yang halamannya ditanami sayur. Selain enak dilihat, juga bermanfaat. Anak-anak jadi tahu bahwa sayur bisa ditanam sendiri, tidak harus beli. Saya berharap ini terus dilanjutkan,” katanya.
Melalui panen oyong ini, KUA Wangon berharap program pemanfaatan lahan dan edukasi gizi dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, mandiri, dan mencintai lingkungan. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan keluarga dapat dilakukan melalui pendekatan sederhana namun berdampak positif. (jhr)
