Parenting Wali Murid Kelas 7 Jadi Ruang Satukan Hati dan Pantau Tumbuh Kembang Murid
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas — Usai mengikuti Kajian Ahad Pagi, para wali murid kelas 7 MTs Negeri 3 Banyumas belum beranjak pulang. Justru sesi yang telah dinantikan berikutnya dimulai, yakni parenting bersama wali kelas masing-masing. Minggu (20/09)
Bukan sekadar pertemuan rutin, kegiatan ini menjadi ruang komunikasi yang mempertemukan kembali madrasah dan keluarga untuk melihat perjalanan murid selama kurang lebih tiga bulan pertama menempuh pendidikan di MTs Negeri 3 Banyumas.
Dalam suasana yang hangat dan akrab, wali kelas menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan murid, mulai dari pembiasaan sehari-hari, kewajiban belajar, setoran hafalan, perkembangan sosial di kelas, hingga pembentukan karakter yang terus diupayakan melalui berbagai program madrasah.
Hal lain yang turut menjadi perhatian adalah persiapan menghadapi Asesmen Tengah Semester (ASTS). Bagi murid kelas 7, asesmen ini menjadi salah satu pengalaman awal dalam perjalanan akademik mereka di lingkungan madrasah yang baru. Karena itu, wali kelas mengajak orang tua untuk mulai membangun kebiasaan belajar yang teratur dan memberikan pendampingan secara konsisten dari rumah.
Tidak hanya berbicara tentang capaian akademik, pertemuan juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana murid berinteraksi dengan teman, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta menunjukkan sikap dan kebiasaan yang mulai terbentuk selama berada di madrasah.
Wali kelas mengingatkan bahwa pembentukan karakter tidak berhenti ketika murid meninggalkan gerbang madrasah. Justru rumah menjadi ruang penting untuk melanjutkan pembiasaan yang telah dibangun di madrasah.
Orang tua diajak untuk terus memantau aktivitas putra-putrinya ketika berada di rumah, mendampingi proses belajar, sekaligus memberikan keteladanan dalam adab, sopan santun, kedisiplinan, dan akhlakul karimah.
Sinergi menjadi kata kunci dalam pertemuan tersebut. Madrasah tidak mungkin berjalan sendiri, begitu pula orang tua. Keduanya perlu saling menguatkan agar pendidikan yang diterima murid di madrasah sejalan dengan pendampingan yang diberikan di rumah.
Menariknya, parenting tidak hanya menjadi ruang bagi wali kelas untuk menyampaikan informasi. Para wali murid juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman, menyampaikan tanggapan, sekaligus merasakan kembali hangatnya silaturahmi bersama sesama orang tua.
Pertemuan yang mempertemukan wali kelas dan wali murid tersebut perlahan membangun keakraban. Orang tua yang sebelumnya mungkin hanya saling mengenal dari nama di grup komunikasi, kini dapat bertatap muka, berbincang, dan saling mengenal lebih dekat.
Salah satu wali murid kelas 7A, Aisyah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Baginya, parenting menjadi pengingat penting tentang peran orang tua dalam membersamai perjalanan tumbuh kembang anak.
Pertemuan tersebut mengingatkan kembali bahwa menjadi orang tua bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga tentang hadir, membersamai, memperhatikan perkembangan, serta terus belajar menjadi orang tua yang baik di tengah berbagai perjuangan dalam mendampingi anak.
Hal senada disampaikan Fatia Putri Hasna, wali kelas 7F. Menurutnya, kegiatan parenting memberikan manfaat ganda. Selain menjadi sarana menyampaikan informasi tentang perkembangan murid di kelas, kegiatan ini juga semakin mendekatkan hubungan antara wali kelas dan wali murid.
“Melalui kegiatan seperti ini, wali murid menjadi lebih mengetahui bagaimana kondisi murid di kelas, termasuk capaian target hafalan dan karakter yang sedang dibentuk melalui berbagai pembiasaan di madrasah. Di sisi lain, kegiatan ini juga membuat sesama wali murid semakin akrab,” tuturnya.
Pertemuan Ahad pagi itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda madrasah. Ada informasi yang dibawa pulang, ada evaluasi yang menjadi perhatian bersama, ada keakraban yang tumbuh, dan ada komitmen yang kembali diteguhkan.
Tiga bulan pertama di madrasah mungkin baru menjadi awal perjalanan. Namun, dari sinilah madrasah dan orang tua mulai menyamakan langkah: mengawal belajar, mendampingi tumbuh, menjaga adab, dan menanamkan akhlak.
Karena membentuk murid yang hebat tidak cukup hanya dengan memberikan ilmu. Ia membutuhkan sinergi, keteladanan, perhatian, dan doa yang terus berjalan—di madrasah maupun di rumah.
HumasMTsN3
