Pasca Rakernas 2025, Kemenag Banyumas Perkuat Komitmen Siapkan Umat Masa Depan yang Berkarakter dan Adaptif
Oleh HUMAS
Purwokerto – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, mengajak seluruh keluarga besar Kemenag Banyumas untuk memperkuat komitmen pasca mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama RI tahun 2025 yang diselenggarakan secara daring. Rabu (17/12)
Ibnu menegaskan bahwa Rakernas tahun ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum krusial untuk konsolidasi kebijakan, evaluasi kinerja, dan perumusan langkah konkret menghadapi dinamika global. Rakernas yang berlangsung selama dua hari ini menggunakan pendekatan hybrid, diikuti 323 peserta luring di pusat dan ribuan peserta daring dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Mengutip arahan Sekretaris Jenderal Kemenag, Phil. Kamaruddin Amin, Ibnu menyampaikan bahwa Rakernas ini menjadi instrumen strategis untuk mempertajam arah kebijakan periode 2025–2029.
"Kita harus meninggalkan pola kerja sektoral dan bergerak selaras dengan visi besar kementerian. Menyongsong Indonesia Emas 2045, kita butuh SDM yang unggul, berakhlak, dan adaptif. Transformasi ini harus dimulai dari perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja menuju pelayanan publik yang profesional serta berbasis digital (paperless dan data-driven)," jelas Ibnu.
Dalam laporan tersebut, Ibnu juga menyoroti poin penting dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wahid, terkait dukungan anggaran. Legislatif berkomitmen memperjuangkan penguatan anggaran Kemenag mulai tahun 2026, khususnya untuk mengatasi kesenjangan anggaran di daerah marginal.
Salah satu perhatian serius adalah kesejahteraan tenaga pendidik honorer yang masih menerima honor minim di kisaran Rp150.000 hingga Rp200.000. Komisi VIII mendorong program "Ngopi" (Ngobrol Pendidikan) sebagai ruang aspirasi untuk memotret kondisi riil di lapangan guna melakukan lompatan kualitas layanan pendidikan keagamaan.
Berita membanggakan juga datang dari program Ekoteologi Kemenag yang menghubungkan ajaran agama dengan pelestarian lingkungan, yang kini telah diakui dunia internasional. Namun, disisi lain, Menteri Agama mengingatkan tantangan era post-truth.
Kemenag diharapkan mampu membimbing umat agar beragama secara rasional dan moderat. Institusi pendidikan seperti MAN Cendekia dan penguatan pesantren vokasi tetap menjadi role model nasional dalam mencetak generasi berprestasi.
Menutup laporannya, Ibnu Asaddudin mengajak jajaran Kemenag Banyumas untuk menjunjung tinggi Komitmen Kebersamaan, Berprestasi, dan Menjadi yang Terbaik. Ia menekankan pentingnya mengamplifikasi prestasi kementerian di tengah masyarakat.
Sebagai pengingat spiritual, Ibnu menyitir Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 67 ??????? ????????? ???????? ??? ????????? ????? ???? ?????????? ??????? ???????? ? ???????? ?????????? ????? ???????? ???????????? ? ??????? ???????????? ????????? yang artinya "Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih (ingkar)."
"Mari kita selalu menghadirkan Tuhan dalam setiap derap langkah kerja kita. Jangan menjadi pribadi yang ingkar setelah diberi kemudahan, tetapi jadilah hamba yang terus bersyukur melalui pelayanan terbaik kepada umat," pungkasnya. (adl)
