HUT RI #81

Pastikan Keabsahan Tempat Ibadah, Penyuluh KUA Jatilawang Dampingi Kalibrasi Arah Kiblat di Empat Titik SPBU Bersama Tim SAFAC Banyumas

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas — Kepastian mengenai arah kiblat yang tepat merupakan hal fundamental bagi umat Islam dalam menunaikan ibadah salat, termasuk bagi para musafir dan pekerja yang singgah di ruang publik. Menyadari pentingnya aspek tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang turut aktif mengambil bagian dalam memastikan keakuratan arah kiblat di berbagai fasilitas umum. Kamis (01/10)

Pada hari ini, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, Rais Rudiansyah, ikut serta secara langsung dalam kegiatan kalibrasi arah kiblat. Agenda penting ini dilaksanakan pada empat titik lokasi musola yang berada di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah sekitar.

Adapun keempat lokasi SPBU yang menjadi sasaran pengukuran meliputi SPBU Margasana, SPBU Wangon, SPBU Jambu, dan SPBU Tipar. Kehadiran fasilitas ibadah di jalur lintasan strategis ini dinilai sangat vital sehingga keakuratan arah kiblatnya harus dipastikan secara ilmiah dan syar'i.

Pelaksanaan kalibrasi arah kiblat ini dipimpin langsung oleh para ahli di bidangnya, yakni Tim SAFAC (Satria Falak Community) Kabupaten Banyumas. Tim falakiyah tersebut membawa berbagai peralatan ukur astronomi modern guna menghitung sudut deklinasi arah kiblat dengan presisi tinggi.

Keterlibatan Rais Rudiansyah sebagai Penyuluh Agama Islam dalam tim pendamping memperlihatkan sinergi yang kuat antara lembaga keagamaan dan komunitas pemerhati ilmu falak. Peran ini sekaligus memastikan bahwa proses kalibrasi selaras dengan tuntunan fiqih serta standar ilmu falak yang diakui.

Kegiatan pengukuran dimulai dari titik pertama di SPBU Margasana dan berlanjut secara maraton ke SPBU Wangon, Jambu, hingga tuntas di SPBU Tipar. Setiap titik dianalisis secara cermat menggunakan instrumen pengukuran khusus untuk meminimalisasi tingkat penyimpangan arah kiblat.

Berkat koordinasi yang matang antara pihak Penyuluh Jatilawang, Tim SAFAC Banyumas, dan manajemen masing-masing SPBU, seluruh rangkaian proses penentuan arah kiblat ini dapat berjalan tanpa hambatan berarti.

Faktor pendukung yang turut menyukseskan agenda ini adalah kondisi cuaca yang sangat cerah dan mendukung sejak pagi hingga siang hari. Cuaca yang bersahabat memudahkan tim falakiyah dalam menangkap bayangan matahari atau menggunakan perangkat ukur dengan visibilitas yang sangat baik.

Hasil dari kalibrasi di keempat titik SPBU tersebut langsung disesuaikan pada saf salat di dalam musola masing-masing. Pihak pengelola SPBU menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian para penyuluh agama serta Tim SAFAC Banyumas.

Melalui kalibrasi ini, para musafir dan masyarakat umum kini dapat beribadah di musola SPBU Margasana, Wangon, Jambu, dan Tipar dengan lebih tenang dan yakin. Penyuluh Jatilawang berharap langkah preventif ini dapat terus berlanjut demi kenyamanan fasilitas ibadah publik di masa depan.