Patahkan Mitos Kesialan: Penyuluh KUA Somagede Beri Bimbingan di MT Maratus Shalikhah
Oleh KUA Somagede
Somagede – Penyuluh Agama Islam KUA Somagede, Mir'atul Khusna,dan Nuryati, kembali menyapa para jemaah dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan di Majelis Taklim Mar'atus Shalikhah. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Selasa siang ini berlangsung khidmat di Masjid Nurul Hikmah, Grumbul Karanganyar, Desa Somagede. Selasa (21/07)
Suasana khusyuk menyelimuti awal acara ketika jemaah bersama-sama mengagungkan nama Allah melalui pembacaan Mujahadah Rotibul Hadad yang dipimpin langsung oleh Ibu Mir'atul Khusna.
Pada sesi utama, materi penyuluhan mengangkat tema penting yaitu "Menyingkap Kemuliaan dan Keberkahan Bulan Shafar". Penyuluhan ini dirancang khusus untuk mengedukasi masyarakat agar terbebas dari mitos dan anggapan keliru mengenai bulan Shafar yang sering dianggap sebagai "bulan sial".
Nuryati, menegaskan bahwa dalam pandangan Islam, semua hari dan bulan adalah baik. Untuk memperkuat pemahaman jemaah, beliau memaparkan hadis sahih Rasulullah $\text{SAW}$ yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari no. 5707 dan Muslim no. 2220: “Tidak ada penularan penyakit (secara mandiri tanpa izin Allah), tidak ada thiyarah (merasa sial karena sesuatu), tidak ada burung hantu (pertanda sial), dan tidak ada kesialan pada bulan Shafar.”
Selain menyampaikan hadis tersebut, penyuluhan juga dilengkapi dengan pemaparan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam yang justru terjadi di bulan Shafar. Hal ini makin mematahkan stigma negatif yang berkembang di tengah masyarakat.
Melalui bimbingan ini, jemaah diajak untuk:
-
Membuang Mitos: Meyyakini dengan mantap bahwa takdir baik dan buruk sepenuhnya berada di tangan Allah $\text{SWT}$, bukan dipengaruhi oleh bulan tertentu.
-
Selalu Husnudzon: Senantiasa berprasangka baik kepada Allah dalam setiap keadaan.
-
Istiqomah Beramal: Menjaga ritme dan semangat dalam beramal saleh, ibadah, serta berbuat kebaikan sepanjang bulan Shafar.
"Semoga melalui bimbingan ini, jemaah Majelis Taklim Mar'atus Shalikhah makin mantap akidahnya, terhindar dari pemahaman mitos, dan tetap bersemangat memupuk pahala di bulan Shafar ini," tutur Nuryati di akhir sesi penyuluhan.
Kegiatan rutin ini ditutup dengan doa bersama, memberikan pencerahan sekaligus rasa tenang bagi para jemaah untuk melanjutkan aktivitas ibadah sehari-hari. (Nuryati)
