Pembinaan Guru dan Karyawan Sebagai Cikal Bakal Kelas Digital

Oleh MIN1 Banyumas
SHARE

Banyumas – MIN 1 Banyumas menggelar kegiatan pembinaan guru dan karyawan yang disampaikan langsung oleh Kasubtim Direktorat KSKK Kementerian Agama Republik Indonesia, Arif Ridho dan Sofar Sholahuddin Bisri. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula MIN 1 Banyumas dan diikuti oleh seluruh guru serta karyawan madrasah. Jumat (19/12)

Pembinaan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan madrasah, sekaligus meneguhkan peran strategis madrasah dalam menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital dan penguatan karakter.

Dalam paparannya, Sofar Sholahuddin Bisri, menekankan pentingnya guru madrasah memiliki integritas, loyalitas, serta semangat melayani. Menurutnya, madrasah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman yang moderat.

“Guru dan karyawan madrasah adalah garda terdepan dalam mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi harus sejalan dengan penguatan nilai spiritual dan etos kerja,” ujar beliau.

Sementara itu, Arif Ridho menyoroti pentingnya kolaborasi, budaya kerja positif, serta kemampuan adaptasi terhadap kebijakan dan program strategis Kementerian Agama. Ia mendorong guru madrasah untuk terus belajar, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana peningkatan mutu pembelajaran.

Kepala MIN 1 Banyumas, Mahruri, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pembinaan yang diberikan oleh Direktorat KSKK Kemenag RI. Menurutnya, kegiatan ini menjadi suntikan motivasi sekaligus refleksi bersama bagi seluruh guru dan karyawan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Kami merasa terhormat atas kehadiran dan pembinaan langsung dari Direktorat KSKK Kemenag RI. Arahan yang disampaikan sangat relevan dan menjadi penguat langkah kami dalam memajukan MIN 1 Banyumas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mahruri juga menyampaikan harapannya agar pembinaan ini dapat menjadi titik awal penguatan kelas digital di MIN 1 Banyumas. Ia menegaskan pentingnya kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, baik dalam penyusunan perangkat ajar, media interaktif, maupun pengelolaan kelas berbasis digital.

“Kami berharap ke depan MIN 1 Banyumas mampu mengembangkan kelas digital yang tidak hanya modern secara teknologi, tetapi juga tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan karakter. Kelas digital harus menjadi ruang belajar yang kreatif, inklusif, dan menyenangkan bagi peserta didik,” tambahnya.

Salah satu peserta pembinaan, Siti Masitoh, menyampaikan kesan positif atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan ini memberikan wawasan baru sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik.

“Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan dan menyentuh langsung pada kebutuhan guru saat ini. Kami menjadi lebih termotivasi untuk meningkatkan profesionalisme, terutama dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran dan menyiapkan diri menuju kelas digital,” tutur Siti Masitoh.

Ia berharap kegiatan pembinaan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang penguatan kapasitas guru dan karyawan madrasah.

Kegiatan pembinaan ditutup dengan sesi refleksi dan doa bersama sebagai ikhtiar agar seluruh guru dan karyawan senantiasa diberi kekuatan, keikhlasan, dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah pendidikan, serta siap menyongsong transformasi madrasah menuju era digital.