Pembinaan Pengelolaan Pokjawas PAI Tingkat Jawa Tengah Digelar di Balai Bahasa Semarang
Oleh HUMAS
Semarang – Kegiatan pembinaan pengelolaan Kelompok Kerja Pengawas Pendidikan Agama Islam (Pokjawas PAI) tingkat Provinsi Jawa Tengah digelar di Balai Bahasa Kabupaten Semarang. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran strategis pengawas PAI ditengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang. Rabu (17/09)
Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kemenag Jateng melalui Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Nurzaini Wahyu Widodo, menegaskan bahwa Pokjawas PAI memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan dunia pendidikan. “Ada before dan after setelah pengukuhan ini. Pokjawas PAI harus mampu menjadi motor penggerak perubahan, hadir untuk sekolah, guru, siswa, dan masyarakat. Pengawas PAI juga dituntut bersinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
“Kedepan Pengawas PAI juga melakukan turba untuk menyapa para pengurus dan anggota Pokjawas PAI, serta para Guru PAI dari kabupaten/kota masing-masing. Kehadiran Pengawas PAI menjadi bentuk dukungan nyata sekaligus motivasi agar para rekan sejawat pengawas, Guru PAI mampu menjalin kolaborasi yang lebih erat." lanjut Nurzaini. Menurutnya, pengawas PAI bukan hanya bagian dari birokrasi, tetapi juga figur yang dapat menghadirkan solusi serta inspirasi diberbagai lini.
Ketua Pokjawas PAI Jawa Tengah, Kasan Asy’ari, menyampaikan harapannya agar seluruh pengurus dan anggota senantiasa menjaga soliditas dan sinergitas. “Organisasi ini bukan hanya wadah formal, melainkan ruang pengabdian. Kita harus bisa berbicara, bekerja, dan memberi teladan. Dengan kebersamaan, Pokjawas PAI akan semakin kuat dan berkontribusi besar bagi pendidikan Agama Islam di Jawa Tengah,” tegasnya.
Dengan berlangsungnya kegiatan ini, diharapkan Pokjawas PAI mampu tampil lebih profesional, solid, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Sinergi yang terbangun antara pengawas, guru, sekolah, masyarakat, serta pemerintah akan menjadi modal utama dalam mengawal mutu pendidikan agama Islam yang unggul, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.
