Pemerintah Desa Cetak Generasi Qurani, Ustadz/Ustadzah TPQ Ikuti Pelatihan Manajemen Inovatif
Banyumas – Pemerintah Desa Pekunden menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperkuat fondasi pendidikan agama sejak dini. Bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, Desa Pekunden sukses menyelenggarakan pelatihan Pengelolaan Manajemen Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Sabtu (29/11)
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Pekunden ini dihadiri oleh puluhan perwakilan pengajar TPQ se-Desa Pekunden. Pelatihan ini secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para ustadz/ustadzah serta memperbaiki sistem administrasi dan pengajaran di seluruh TPQ desa.
Kepala Desa Pekunden, Suranto, dalam sambutannya menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan lembaga pendidikan agama.
"Pengelolaan TPQ yang baik sangat penting untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan efektif dan santri dapat menerima materi dengan optimal," ujar Suranto.
Beliau juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat dalam mendukung setiap kegiatan keagamaan, termasuk TPQ. Inisiatif ini merupakan upaya nyata Desa Pekunden dalam mencetak generasi Qur'ani yang berakhlak mulia.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan dirancang komprehensif, mencakup aspek manajerial dan metodologis. Pertama, metodologi pengajaran inovatif yakni pembahasan mengenai penggunaan metode belajar Al-Qur'an yang efektif, seperti metode tartili atau Yanbu'a. Kedua, administrasi dan manajemen TPQ, yakni pendalaman mengenai pencatatan santri, jadwal kegiatan, dan pelaporan keuangan yang terstruktur. Ketiga, pengembangan kurikulum dengan penyesuaian materi pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan santri masa kini. Terakhir terkait peningkatan kualitas Ustadz/Ustadzah, sesi motivasi dan pembinaan untuk menjaga semangat dan kualitas pengajar.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Diharapkan, pelatihan ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk menjadikan pengelolaan TPQ di Desa Pekunden lebih terstruktur, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembentukan karakter anak-anak, bahkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Banyumas.
