Pengawas Madrasah Jadi Narasumber Workshop RPP KBC MGMP Bahasa Arab MTs Kabupaten Banyumas
Oleh HUMAS
Banyumas – Pengawas Madrasah Kabupaten Banyumas, Siti Muflikhah, menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop Pembuatan RPP Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Implementasinya yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Arab MTs Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini berlangsung di RM Sambel Blethok Sawangan dan dihadiri oleh 42 guru Bahasa Arab MTs se-Kabupaten Banyumas. Sabtu (14/02)
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Kurikulum Berbasis Cinta serta mengimplementasikannya secara efektif dalam proses pembelajaran di kelas. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang dikemas dalam bentuk pemaparan materi, diskusi, dan praktik penyusunan RPP KBC.
Ketua MGMP Bahasa Arab MTs Kabupaten Banyumas, Sultoni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan Pengawas Madrasah menjadi narasumber. Ia menegaskan bahwa para guru masih sangat membutuhkan pendampingan dan bimbingan dalam penyusunan RPP KBC, praktik pembelajaran berbasis cinta, serta penguatan implementasinya di madrasah masing-masing. “Kami masih sangat membutuhkan bimbingan Ibu Pengawas dalam pembuatan RPP KBC, dalam praktik mengajar KBC, dan pengembangan pembelajaran lainnya,” ungkapnya.
Dalam paparannya, Siti Muflikhah menekankan pentingnya peran guru dalam keberhasilan pembelajaran. Ia mengutip ungkapan inspiratif:
“Al maddatu muhimmun, wath thoriqu ahammun minal maddah, wal mudarrisu ahammun minal maddah wath thoriq, waruuhul mudarris ahammun minal mudarris.”
Yang berarti: materi itu penting, metode lebih penting dari materi, guru lebih penting dari materi dan metode, namun semangat guru lebih penting dari semuanya.
Beliau menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya terletak pada kelengkapan administrasi atau perangkat pembelajaran, tetapi pada ruh dan semangat guru dalam mengajar. Guru Bahasa Arab harus memiliki *growth mindset* (pola pikir bertumbuh), yaitu semangat untuk terus belajar, berkembang, berinovasi, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang dapat mendukung kesuksesan pembelajaran.
Lebih lanjut disampaikan bahwa RPP berbasis KBC hendaknya mampu menanamkan nilai-nilai cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta diri, dan cinta sesama, yang terintegrasi dalam tujuan, proses, maupun penilaian pembelajaran Bahasa Arab. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Arab tidak hanya berorientasi pada penguasaan bahasa, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
Kegiatan workshop ini berlangsung dengan penuh semangat dan suasana kolaboratif. Para guru secara aktif berdiskusi, berbagi praktik baik, serta menyusun rancangan RPP yang aplikatif sesuai dengan karakteristik peserta didik MTs.
Melalui kegiatan ini diharapkan kompetensi profesional guru Bahasa Arab MTs di Kabupaten Banyumas semakin meningkat, sehingga implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan optimal dan berdampak nyata pada kualitas pembelajaran serta pembentukan karakter siswa di madrasah. (ie'ah)
