Penggalang MTs Negeri 3 Banyumas Sulap Lapangan Jadi Panggung Semangat Perkajum

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas — Ada kesibukan yang berbeda di pangkalan Pramuka MTs Negeri 3 Banyumas. Bukan sekadar menyiapkan sebuah kegiatan, para kakak Penggalang kelas VIII dan IX tengah menyiapkan sebuah pengalaman berkesan untuk menyambut adik-adik kelasnya dalam Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum). Selasa (11/08)

Dengan penuh suka cita dan semangat kebersamaan, para Penggalang bahu-membahu mempersiapkan berbagai kebutuhan perkemahan. Di bawah pendampingan Pembina Pramuka Hesti Pamuji, dan Ahmad Badrun Al-Hamidi, persiapan berlangsung penuh energi. Turut mendampingi pula Kak Anna Fima, alumni MTs Negeri 3 Banyumas yang kembali hadir memberikan kontribusi dan membimbing adik-adik kelasnya.

Kehadiran Kak Anna menjadi warna tersendiri dalam persiapan Perkajum. Sebagai alumni yang pernah merasakan menjadi bagian dari pangkalan Pramuka MTs Negeri 3 Banyumas, ia kini kembali bukan sebagai peserta, melainkan sebagai kakak yang berbagi pengalaman, membantu pembimbingan, sekaligus meneruskan semangat kepramukaan kepada generasi setelahnya.

Sementara itu, lapangan madrasah perlahan berubah wajah. Bendera-bendera kecil mulai dipasang dan dirangkai menghiasi area tengah lapangan. Tongkat-tongkat Pramuka yang biasanya hanya menjadi perlengkapan latihan disusun dengan keterampilan dan kekompakan menjadi sebuah menara yang kokoh sekaligus indah.

Setiap ikatan, setiap susunan tongkat, dan setiap bendera yang terpasang menjadi gambaran sederhana tentang nilai yang selalu diajarkan dalam Pramuka: kerja sama, ketelitian, tanggung jawab, kemandirian, dan gotong royong.

Tidak ada pekerjaan yang dilakukan sendirian. Ada yang menyiapkan tongkat, mengikat simpul, memasang bendera, mengatur posisi, hingga memastikan seluruh rangkaian persiapan berjalan dengan baik. Sesekali terdengar canda dan tawa, tetapi kesungguhan tetap terlihat dari wajah para Penggalang.

Bagi mereka, Perkajum bukan sekadar agenda perkemahan. Ini adalah kesempatan untuk menyambut adik kelas, berbagi pengalaman, sekaligus menunjukkan bahwa menjadi seorang Pramuka berarti siap membantu dan memberikan teladan kepada sesama.

Semangat itu pula yang terlihat dari keterlibatan alumni. Kehadiran Kak Anna Fima menjadi bukti bahwa hubungan antara madrasah, alumni, dan generasi penerus dapat terus terjalin melalui semangat pengabdian. Apa yang dahulu ia dapatkan sebagai seorang Penggalang, kini ia kembalikan dalam bentuk bimbingan dan pengalaman kepada adik-adiknya.

Persiapan Perkajum pun akhirnya menjadi cerita tersendiri sebelum kegiatan benar-benar dimulai. Kakak Penggalang menyiapkan, adik kelas akan menikmati dan belajar; alumni kembali berbagi, sementara para pembina mengawal setiap prosesnya.

Dari sebuah lapangan, bendera-bendera kecil, dan susunan tongkat yang menjulang, tersimpan pesan besar: Pramuka bukan hanya tentang perkemahan, tetapi tentang bagaimana belajar menjadi pribadi yang siap memimpin, siap membantu, dan siap meneruskan kebaikan.

Karena dalam Pramuka, yang kuat tidak berdiri sendiri. Ia kokoh karena dibangun bersama.

Dan di pangkalan Pramuka MTs Negeri 3 Banyumas, semangat itu sedang dipersiapkan—dari kakak untuk adik, dari pengalaman untuk masa depan.(HumasMTsN3).