Penghulu KUA Wangon Bangun Keakraban Hangat Bersama Pengantin Baru
Oleh KUA Wangon
Banyumas – Tugas seorang penghulu tak berhenti sekadar memimpin pengucapan ijab kabul di depan saksi. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Fairuz Malaya, penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon yang konsisten menghadirkan suasana hangat dan akrab bersama pasangan pengantin baru tepat setelah prosesi akad nikah selesai dilaksanakan.Jumat (14/08)
Usai ketegangan ijab kabul mereda dan dokumen pernikahan resmi ditandatangani, penghulu KUA Wangon tidak langsung bergegas meninggalkan lokasi. Sebaliknya, momen tersebut dimanfaatkan untuk mencairkan suasana melalui obrolan ringan, lemparan humor segar, serta penyampaian nasihat pernikahan dengan pendekatan yang sangat humanis dan ramah.
Suasana cair tersebut dirasakan langsung oleh M. Rifai, salah satu mempelai pria yang baru saja melangsungkan akad nikah. Ia mengaku sangat terbantu dengan sikap terbuka dan ramahnya sang penghulu usai prosesi yang menegangkan itu. "Awalnya saya sangat gugup menjelang ijab kabul, tetapi setelah selesai, sikap Bapak Penghulu yang sangat akrab dan mengajak mengobrol santai benar-benar membuat perasaan saya lega dan tenang," ungkap M. Rifai.
Melalui pendekatan yang inklusif ini, KUA Wangon berupaya mengikis kesan kaku atau formalis yang kerap melekat pada pelayanan instansi pemerintah. Momen bincang santai pasca-akad juga menjadi sarana efektif bagi penghulu untuk menyisipkan edukasi seputar fondasi rumah tangga, pentingnya komunikasi, hingga pengelolaan konflik keluarga secara lebih rileks dan mudah diterima oleh pasangan muda.
Inovasi pelayanan yang mengedepankan pendekatan emosional dan ramah masyarakat ini mendapat apresiasi dari warga setempat. KUA Wangon berkomitmen untuk terus mempertahankan kualitas pelayanan yang tidak hanya taat prosedur hukum dan agama, tetapi juga mampu memberikan kesan manis serta menenangkan bagi para calon pengantin di wilayah Kecamatan Wangon. (jhr)
