Penghulu Sulut Kesiapan Mental Orang Tua dan Calon Pengantin
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Suasana khidmat menyelimuti Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon menjelang pelaksanaan prosesi ijab kabul Wahyu dan Puput. Sebelum momen sakral tersebut dimulai, penghulu KUA Wangon membekali para calon pengantin beserta orang tua dengan nasihat dan pesan pernikahan yang mendalam. Sesi pembekalan singkat di ruang pelayanan ini bertujuan untuk memberikan ketenangan batin, memperkuat kesiapan mental, serta menyalakan semangat tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat sebelum prosesi pengucapan janji suci dilangsungkan. Rabu (12/08)
Pemberian pesan sebelum akad menjadi tahapan krusial untuk mengondisikan mental orang tua yang akan menyerahkan putrinya, sekaligus menguatkan niat calon mempelai pria yang akan memikul amanah besar. Penghulu mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan ibadah terpanjang yang membutuhkan fondasi komitmen, kesabaran, dan saling pengertian. Dengan bimbingan spiritual yang tepat di Balai Nikah, ketegangan yang kerap dirasakan oleh para pihak dapat teralihkan menjadi rasa mantap dan penuh rasa syukur.
Di tengah prosesi pembekalan tersebut, penghulu yang bertugas menekankan betapa pentingnya peran dan keikhlasan orang tua dalam mengantarkan anak-anak mereka memasuki bahtera rumah tangga. "Momen pernikahan ini adalah titik awal perjuangan baru bagi putra-putri kita, sekaligus wujud purna bakti orang tua dalam membimbing mereka. Oleh karena itu, mari kita niatkan prosesi ijab kabul ini dengan penuh keikhlasan, doa, serta kesiapan mental agar melahirkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah," ujar Fairuz Malaya, penghulu yang memimpin jalannya majelis akad nikah di Balai Nikah KUA Wangon.
Wejangan yang disampaikan dengan penuh ketulusan tersebut terbukti efektif membawa suasana menjadi lebih haru dan bermakna. Orang tua calon pengantin merasa lebih siap dan mantap saat menyerahkan wali nikah maupun menyaksikan jalannya ikrar, sementara kedua mempelai mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai hak dan kewajiban masing-masing dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. Interaksi yang hangat antara penghulu, orang tua, dan calon pengantin ini memperkuat nilai keagamaan dan kekeluargaan yang menjadi inti dari pernikahan.
Melalui tradisi penyampaian pesan sebelum akad nikah ini, KUA Wangon terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas dan humanis. KUA tidak hanya berperan sebagai instansi pencatat administrasi pernikahan secara formal, tetapi juga hadir sebagai pengayom yang memastikan setiap prosesi pernikahan berlangsung dengan penuh kesucian, kesiapan lahir batin, dan keberkahan bagi masyarakat Kecamatan Wangon. (jhr)
