Penghulu Tekankan Pentingnya Niat Ibadah dalam Pernikahan
Oleh KUA Wangon
Banyumas – Suasana khidmat menyelimuti prosesi akad nikah yang dilaksanakan di Klapagading Kulon Wangon. Sebelum ijab qabul dilangsungkan, penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon menyampaikan sejumlah nasihat kepada calon pengantin, khususnya mengenai makna pernikahan yang sesungguhnya. Pesan ini disampaikan agar kedua mempelai benar-benar memahami bahwa pernikahan bukan sekadar rangkaian acara seremonial, melainkan ibadah yang bernilai luhur di hadapan Allah SWT. Senin (27/07)
Penghulu KUA Wangon, Fairuz Malaya, dalam sambutannya menekankan bahwa niat menikah harus diluruskan sejak awal. "Pernikahan ini bukan semata-mata formalitas administrasi atau memenuhi tuntutan sosial. Ini adalah ibadah, sebuah mitsaqan ghalizhan, perjanjian yang sangat kuat di hadapan Allah," ujar Fairuz kepada kedua mempelai sebelum akad dimulai.
Fairuz juga mengingatkan bahwa niat yang lurus akan menjadi pondasi kokoh dalam mengarungi kehidupan rumah tangga ke depan. "Kalau niatnya sudah karena Allah, insya Allah rumah tangga akan lebih mudah dijalani, meskipun nanti ada ujian dan cobaan. Yang penting diniatkan ibadah dan mencari ridha-Nya," tambahnya dengan nada penuh keyakinan.
Selain menekankan soal niat, Fairuz turut menjelaskan syarat sah ijab qabul serta pentingnya kesiapan mental calon mempelai pria dalam mengucapkan lafaz akad. Ia berpesan agar mempelai pria tenang, tidak gugup, dan benar-benar meresapi setiap kalimat yang akan diucapkannya, karena hal tersebut menyangkut keabsahan pernikahan secara syar'i maupun administratif negara.
Menutup nasihatnya, Fairuz mendoakan agar pernikahan yang akan dilangsungkan membawa keberkahan dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Pesan-pesan yang disampaikan penghulu ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa pernikahan adalah momen sakral yang harus dijalani dengan kesadaran spiritual, bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif semata. (jhr)
