Peningkatan Kompetensi Guru PAI adalah Keniscayaan

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto (Humas) – Peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar di era pendidikan modern. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru PAI pada Sekolah yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Jawa Tengah, di Oemah Daun Café & Resto Purwokerto. Kegiatan dihadiri oleh Jajaran Bidang PAI Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Kepala Kankemenag Banyumas, Kasi PAI, Kasi Pontren dan Pengawas PAI. Acara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, yang menekankan pentingnya guru untuk selalu meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab tantangan zaman. Kamis (25/09) 

Dalam sambutannya, Ibnu Asaddudin menggambarkan tiga tipikal guru dalam menghadapi dinamika pendidikan. Pertama, tipe Quitter, yaitu guru yang mudah menyerah pada kesulitan. Kedua, tipe Camper, yakni guru yang berhenti berkembang karena merasa cukup dengan pencapaian awal. Ketiga, tipe Climber, yaitu guru yang terus belajar, pantang menyerah, dan gigih seperti pendaki gunung yang berupaya mencapai puncak. “Guru PAI harus menjadi Climbers, jangan terlena di zona nyaman, tetapi terus meng-upgrade diri dan meningkatkan kompetensi,” tegasnya.

Sementara itu, panitia pelaksana dari Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Rondiah, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah membentuk guru PAI yang berkompeten, konsisten, dan mampu mengimplementasikan pembiasaan nilai-nilai PAI di sekolah. Menurutnya, guru PAI tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing karakter peserta didik, sehingga peningkatan kompetensi menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi berakhlak mulia.

Kegiatan ini diikuti oleh 110 guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga SLB. Dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab, para guru mendapatkan pembekalan dari narasumber Poppo Haryanto yang membawakan materi tentang Deep Learning dalam Pembelajaran PAI, Edi Rohani menyampaikan tentang Kurikulum berbasis Cinta, Sareh Siswa Setyo Wibowo yang menyampaikan materi tentang Coding & AI, dan Laila Nurul Qibtiyah memberikan materi tentang Karakter Guru PAI. Melalui forum ini, diharapkan Guru PAI dapat memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat peran strategisnya dalam membentuk peserta didik yang religius, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan era digital. (DU)